Sukses

JK: Asian Games 2018 Merupakan Investasi untuk Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berpendapat Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 akan memiliki dampak panjang bagi bangsa, khususnya untuk investasi dalam berbagai hal ke depan.

Dia mengatakan, tiap penyelenggaraan besar seperti Asian Games punya efek untuk ongkos dan pendapatan yang kelak akan diterima tuan rumah. Hal itu dinilainya menjadi sebuah nilai investasi tersendiri bagi Indonesia ke depan.

"Tidak jarang pendapatan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.  Biaya yang dikeluarkan pun investasi, seperti bangun jalan, venue, dan lain-lain. Itu sudah kita laksanakan dengan baik," ujar dia di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

JK menambahkan, Asian Games merupakan kegiatan olahraga terbesar kedua di dunia setelah Olimpiade. Itu jadi kesempatan besar untuk mempromosikan negara, lantaran acara ini nantinya diprediksi bisa menarik atensi lebih dari 4 miliar penonton.

"Ini kesempatan besar. Makanya banyak yang ingin mensponsori," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, inti dalam menyukseskan Asian Games 2018 salah satunya adalah kesiapan infrastruktur. Dia pun mengapresiasi semua venue baik yang ada di Jakarta maupun Palembang ditargetkan selesai sesuai jadwal. "Juni bulan depan Insya Allah semua sudah baik," kata dia.

Sementara itu, Jusuf Kalla menyatakan, persiapan saat ini terhitung lebih mudah dibanding pada saat Asian Games 1962 lalu. Dia mengatakan, negara kini hanya perlu beradaptasi dengan modernisasi dan teknologi, agar buah hasil pembangunan berbagai infrastruktur bisa terus bermanfaat bagi masyarakat ke depannya.

 "Biaya investasi dalam bidang venue lebih besar dari biaya penyelenggaraan. Tapi ini investasi , buat ke depannya," pungkas JK.

 

 

2 dari 2 halaman

Jusuf Kalla: Venue Asian Games Sudah 98 Persen

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan masih ada sejumlah persoalan yang masih harus dibenahi guna penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018 mendatang.

Yang pertama, kata Kalla, adalah kesiapan venue atau lokasi tempat penyelenggaraan Asian Games. Menurutnya, ada beberapa venue yang masih dalam tahap pengerjaan.

"Persoalan venue sudah 98 persen. Ada beberapa yang harus selesai bulan depan. Bulan ini dan bulan depan. Jadi DKI velodrome bulan depan ya," kata Kalla di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu 13 Mei 2018.

Kalla menambahkan masalah kedua adalah soal kesiapan panitia penyelenggara. Misalnya, sambung dia, bagaiamana panitia bisa memastikan bahwa pesta olahraga se-Asia itu berjalan baik mulai dari pembukaan hingga penutupan.

"Yang ketiga adalah prestasi. Karena atlet kita ada yang dilatih di dalam negeri, luar negeri. Multi event," ucap pria yang akrab disapa JK ini.