Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mempercepat penanganan gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores. Dody membawa 50.000 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat terdampak.
Dody mengatakan, Kementerian PU telah meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan di NTT, termasuk untuk menangani infrastruktur yang terdampak gempa.
“Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” kata Dody, dalam keterangab, dikutip Minggu (16/8/2026).
Advertisement
Di sektor jalan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT menangani 12 titik longsoran di tiga ruas jalan nasional. Rinciannya, tiga titik di ruas Ruteng–KM 210, satu titik di KM 210–Batas Kabupaten Manggarai, dan delapan titik di ruas Aegela–Batas Kota Ende.
Kementerian PU mengerahkan loader dan excavator untuk membersihkan material longsor agar akses tetap berfungsi.
Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II memeriksa Bendungan Napungete dan Waerita di Kabupaten Sikka serta Bendungan Mbay di Kabupaten Nagekeo. Ketiga bendungan tersebut secara visual dalam kondisi baik, meski pemeriksaan teknis lebih lanjut masih berlangsung.
Gempa juga berdampak pada Bendung dan jaringan Daerah Irigasi Waelaku di Manggarai Timur. Pemeriksaan awal menemukan kerusakan ringan pada bendung dan longsoran yang menutup saluran sekunder.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada Sabtu sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau tsunami.
Pemerintah masih melakukan verifikasi dampak gempa terhadap masyarakat dan infrastruktur di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka.
Kementerian PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor akibat Gempa NTT
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324890/original/078343100_1786776768-nt3.jpg)
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan nasional di beberapa wilayah.
Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapsiagaan serta memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.
"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody di Jakarta, Sabtu.
Dody juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan laporan BMKG, gempa berkekuatan sekitar M7,7 berpusat di pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.
Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga, Kementerian PU melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan.
Advertisement
Ruas Terdampak Longsor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324686/original/023045700_1786760845-sar5.jpg)
Hasil pemantauan awal menunjukkan sejumlah longsoran tebing menutup badan jalan nasional. Ruas terdampak antara lain Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Bts Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.
Untuk menjaga konektivitas, Kementerian PU mengerahkan alat berat ke sejumlah titik.
Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader bergerak menuju lokasi terdampak. Sementara di PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan untuk menangani material longsoran.
Adapun di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende.
Peralatan tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material yang menutup atau mengganggu badan jalan. Langkah ini dilakukan agar akses masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung mobilitas dalam proses penanganan bencana.
Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan untuk sementara memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7261845/original/041809000_1780048281-Tugas__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324888/original/030124600_1786776768-nt1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324889/original/043608800_1786776768-nt2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325288/original/004214900_1786854880-Bantuan_Pertamina-16_Agustus_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4964647/original/050104500_1728482453-PLN_Flores.jpg)