Sukses

Saham Teknologi Dibayangi Penurunan Bikin Wall Street Bervariasi

Liputan6.com, New York - Wall Street berakhir bervariasi dipicu kekhawatiran tentang permintaan smartphone yang menurun bisa membebani saham teknologi dan menarik Nasdaq lebih rendah. Sementara optimisme tentang laporan laba mengimbangi kerugian lebih dalam yang mungkin terjadi.

Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average  turun 14,25 poin, atau 0,06 persen, menjadi 24.448,69. Sementara indeks S&P 500 menguat 0,15 poin, atau 0,01 persen, menjadi 2.670,29 dan Nasdaq Composite melemah 17,53 poin, atau 0,25 persen, menjadi 7.128,60.

Dari 11 sektor pada indeks S & P, enam mengakhiri sesi di wilayah positif, dengan persentase keuntungan terbesar berasal dari indeks Telecom.

Sementara saham teknologi menyeret indeks S & P 500 dan Nasdaq menjelang pekan laporan pendapatan perusahaan pada sektor ini.

Saham pembuat chip tercatat melemah setelah pembuat chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (2330.TW), memangkas target pendapatan tahunannya karena permintaan smartphone yang diprediksi menurun.

Adapun imbal hasil obligasi 10 tahunan AS naik ke level tertingginya sejak Januari 2014 di tengah kekhawatiran meningkatnya pasokan utang pemerintah dan percepatan inflasi.

"Pasar jelas ketakutan langkah di pasar obligasi," kata Stephen Massocca, Wakil Presiden Senior Wedbush Securities di San Francisco.

Dia mengatakan, jika suku bunga terus bergerak lebih tinggi, itu akan terus menjadi batu sandungan bagi pasar. " Dan saya pikir kami akan terus melihat penurunan perdagangan di pasar," kata Massocca.

 

1 dari 2 halaman

Laporan Pendapatan

Terkait laporan pendapatan, tercatat jika 18 persen dari perusahaan pada indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. Sementara 78,2 persen di antaranya telah mengalahkan perkiraan.

"Dengan penghasilan besar sangat bagus, mereka terus mendukung pasar," tambah Massocca.

Tercatat jika saham induk Google yakni Alphabet Inc (GOOGL.O) naik sedikit setelah merilis pendapatannya. Perusahaan melaporkan kenaikan laba pada kuartal pertama sebesar 73 persen.

Namun, saham The Philadelphia Semiconductor index ditutup turun 1,3 persen. Ini menjadi sesi penurunan keempat berturut-turut di tengah kekhawatiran pelambatan permintaan smartphone.

Adapun perusahaan yang diharapkan akan melaporkan hasil kuartalannya minggu ini, dari 181 perusahaan pada indeks S&P 500, yakni Facebook Inc (FB.O), Microsoft Corp (MSFT.O), Amazon.com Inc (AMZN.O) dan Intel Corp (INTC.O).

Volume perdagangan pada bursa AS kali ini mencapai adalah 5,76 miliar saham, naik dibandingkan dengan 6,80 miliar rata-rata pada sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Artikel Selanjutnya
Abaikan Pernyataan Presiden AS Soal Perang Dagang, Bursa Asia Menguat
Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan Lonjakan Harga Minyak