Sukses

Jokowi: Ekonomi RI Bisa Jadi Raksasa ke-5 Dunia, Asal Jangan Malas dan Manja

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia akan masuk 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2030. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan ratusan siswa Taruna Nusantara di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/4/2017).

"Hitung-hitungan Bank Dunia, Bappenas, 2030, kita masuk 10 terbesar ekonomi terkuat," ujarnya.

Selanjutnya di 2045, kata Jokowi, Indonesia bakal masuk lima besar negara dengan ekonomi raksasa sejagat. Jika pemerintah dan seluruh rakyat bekerja lebih keras lagi untuk memperbaiki ekonomi nasional, maka Indonesia bisa masuk posisi empat besar pada tahun tersebut. 

"Kita akan berkejar-kejaran dengan Amerika Serikat, China. Ini diperkirakan akan jadi ekonomi terkuat dunia," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Jokowi mengatakan, untuk menuju negara dengan ekonomi terkuat di dunia, seluruh rakyat harus optimis dan bekerja keras. Jangan bermalas-malasan, apalagi bermanja-manjaan.

Mantan Wali Kota Solo ini juga mengingatkan, tak ada negara di dunia yang besar dengan sendirinya tanpa kerja keras. Sebuah negara akan besar, apabila berhasil melewati ujian dan tantangan.

"Negara itu akan kuat ekonominya kalau mampu mengatasi rintangan yang ada. Kalau mampu mengatasi hambatan, mengarungi ujian yang ada. Tidak ada yang instan, loncat, enggak mungkin, enggak ada rumusnya," tegas Jokowi.

Oleh karena itu, kepada siswa Taruna Nusantara yang hadir dalam acara ini, Jokowi berpesan agar jadi generasi penerus bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Jangan cengeng dan bermalas-malasan.

"Jangan cengeng, manja apalagi malas. Lupakan itu! Kalau ingin jadi negara besar dan kuat ekonominya harus usaha keras, ikhtiar keras," pungkas Jokowi

 

Reporter : Titin Supriatin

Sumber : Merdeka.com

 

2 dari 2 halaman

Jokowi Sebut 42 Ribu Aturan Masih Hambat Investasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih ada peraturan di tingkat pusat hingga daerah yang menghambat investasi. Bahkan jumlahnya mencapai 42 ribu aturan.

‎"Dapat dibayangkan negeri kita memiliki, data yang diberikan kepada saya, punya 42 ribu peraturan dari tingkat pusat sampai daerah, berapa sangat banyaknya. Dikit-dikit diatur, dikit-dikit diatur," kata Jokowi di Auditorium Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 21 Februari 2018. 

Menurut Jokowi, banyaknya peraturan tersebut membuat Indonesia sulit mengembangkan investasi.Padahal, saat ini tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sangat baik.

"Menderegulasi ribuan aturan, membuat aturan yang selama ini dianggap menghambat, memperlambat pembangunan, ini adalah tugas kita bersama," ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian memastikan jika pemerintah sedang berusaha mengejar ketertinggalan dengan menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh Tanah Air.

"Mulai tahun depan, kita akan memulai pembangunan besar-besaran di bidang pengembangan sumber daya manusia karena kekuatan SDM adalah pilar utama, dunia berubah begitu cepatnya dan revolusi industri 4.0 membuat dunia berubah sangat cepat," tandas Jokowi.

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi