Sukses

Dongkrak Pendapatan Warga Musi Rawas, Menteri Desa Bangun Embung

Liputan6.com, Jakarta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meresmikan embung air di Desa Marga Baru Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pembangunan embung tersebut dilakukan secara padat karya tunai.

Menteri Desa Eko Putro Sandjojo menjelaskan, embung air dengan ukuran panjang 50 meter dengan lebar 20 meter dan kedalaman 2,5 meter ini adalah embung dalam program prioritas dari Kemendes PDTT yang pembangunannya telah dimulai pada 2017 lalu dengan anggaran Rp 300 juta.

Dalam pelaksanaan pembangunan embung yang ditargetkan selama satu bulan tersebut dilakukan secara swakelola atau padat karya tunai.

Pembangunannya dilakukan oleh masyarakat dengan mendapatkan upah sebesar Rp 150 ribu untuk tukang dan Rp 120 ribu untuk pembantu tukang yang pembayarannya diberikan setiap dua minggu sekali.

Menurut Eko, embung tersebut memiliki dampak yang besar bagi peningkatan produktifitas pertanian dan perkebunan masyarakat di desa dalam memenuhi kebutuhan airnya karena hanya 45 persen desa kita saat musim hujan bisa nanam dan sisanya gak bisa nanam.

"Dengan adanya embung, sisanya tersebut bisa nanam dan pendapatan masyarakat bisa naik dua kali lipat," kata Eko dalam keterangan tertulis, Rabu (21/2/2018).

Embung juga bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan maupun tempat wisata yang nantinya juga bisa dimanfaatkan hasilnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

2 dari 2 halaman

Lomba Mancing

Menteri Eko juga melakukan peletakan batu pertama desa wisata dan membuka kegiatan lomba mancing. 

Mendes PDTT juga memberikan bantuan sebanyak 15 BUMDes Dari 186 BUMDes yang ada di Sumatera Selatan masing-masing sebesar Rp 15 juta dan bantuan ekonomi rakyat pada 15 kelompok masyarakat sebesar Rp 30 juta per kelompok.

Dalam peletakan batu pertama Desa wisata di Desa Marga Baru tersebut Kemendes telah mengalokasikan anggaran APBN dari Kemendes PDTT untuk pembangunan Sarana dan Prasarana wisata seperti jalan lingkungan menuju tempat wisata, Penerangan lokasi wisata, homestay dan MCK.

Selain itu juga dialokasikan anggatan untuk revitalisasi pasar desa sebanyak dua unit.

"Dalam pengelolaan tempat wisatanya nanti akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dalam keuntungan usahanya akan menjadi milik desa," katanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Pembangunan Embung Masih Diperlukan untuk Pertanian