Triniti Group Investasi Proyek Rp 700 Miliar di Alam Sutera

Triniti Group menyiapkan investasi sekitar Rp 700 miliar untuk pembangunan proyek teranyarnya di awal 2017.

Diterbitkan 24 Desember 2016, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan properti, Triniti Group melalui PT Triniti Dinamik menyiapkan investasi sekitar Rp 700 miliar untuk pembangunan proyek teranyarnya di awal 2017. Proyek ini mengusung konsep gedung multifungsi (mixed use building) yang nantinya terdiri dari unit Small Office Home Office (SOHO), ruang perkantoran dan hunian (apartemen).

Presiden Direktur Triniti Dinamik, Samuel Stepanus Huang mengungkapkan konsep ini dipilih untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang memang terbatas yakni sekitar 4.000 meter persegi, selain untuk menghindari arus lalu lintas kendaraan yang terlalu padat. Proyek yang diberinama The Smith Alam Sutera itu diharapkan menjadi ikon baru di kawasan tersebut.

“Investasinya sekitar Rp 700 miliar, dan pengerjaan konstruksi direncanakan mulai 21 Januari 2017. Sehingga targetnya bisa selesai akhir 2019,” ungkap Samuel yang ditulis Liputan6.com, Sabtu (24/12/2016).

Dia mengungkapkan komitmen perusahaan developer itu untuk memberikan nilai tambah terhadap tower setinggi 28 lantai tersebut. Saat ini dari total 500 unit yang dipasarkan sejak Mei 2016, sekitar 50 persen sudah terjual. The Smith Alam Sutera hanya berjarak satu menit dari pintu tol Alam Sutera.

Minat konsumen yang tinggi, ungkap dia, turut mendongkrak harga jual dari pertama kali dipasar sebesar Rp 18 juta per meter persegi, menjadi Rp 26 juta per meter persegi dalam enam bulan.

Rampungkan Konstruksi

Selain akan memulai pembangunan proyek The Smith Alam Sutera, Triniti Dinamik juga memenuhi janjinya menyelesaikan pengerjaan konstruksi Springwood Residence di Jalan Serpong Raya, Tangerang. Dengan rampungnya pembangunan apartemen ini, maka serahterima unit diharapkan dapat dilakukan sesuai target pada akhir 2017.

Pengerjaan konstruksi apartemen setinggi 30 lantai itu dilakukan oleh kontraktor PT PP (Persero) Tbk sejak Juni 2015.

“Saat ini konstruksi sudah selesai dengan dilakukan pengecoran atap (topping off). Dan sesuai target akan diserahterimakan kepada konsumen di akhir 2017,” ungkap Samuel.

Meski dalam kondisi pasar properti yang kurang baik, namun penjualan unit Springwood cukup menggembirakan. Dari total 1.400 unit yang dipasarkan, menurut Samuel, seluruhnya sudah terjual (sold out). Hampir 70 persen pembeli adalah pengguna (end user) dan sisanya investor.

Prospek investasi di Springwood cukup menarik karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan Kampus Binus dengan jumlah mahasiswa sekitar 25 ribu orang. Hal ini menarik untuk bisnis kost mahasiswa, apalagi di sekitar Kampus Binus masih terbatas fasilitas kamar kost.

Di sisi lain, harga jual perdananya yang cukup terjangkau yakni Rp 300 juta untuk tipe studio, juga menjadi pendorong penjualan unit apartemen Springwood. Namun sekarang sudah naik 25 persen, dalam tempo setahun, sehingga menarik sekali untuk investasi.

Faktor lain, menurut Samuel, proyek apartemen yang mereka kembangkan mengusung konsep yang jelas. Springwood Residence misalnya menggunakan jasa biro arsitek top asal Polandia, Oozn Design yang hasil karyanya sudah diakui dunia. Penggunaan biro arsitek top tersebut membuktikan Triniti ingin memberikan nilai tambah kepada konsumennya.

“Konsepnya mewah, tetapi harga terjangkau,” papar dia.

Dia memastikan dengan harga jual hanya Rp 300 juta, pembeli bisa menikmati kualitas bangunan yang mewah. Pihaknya sudah banyak melakukan upgrade bahan material seperti keramik. Selain koridor yang luas, dan ceiling yang tinggi. Begitu juga dengan fasilitas.

“Kolam renang di Springwood misalnya nanti akan didukung efek pencahayaan yang unik, warna warni sehingga suasananya romantis sekali,” papar Samuel.

Springwood Residence berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi. Triniti diperkirakan butuh investasi sekitar Rp 800 miliar untuk pengembangan satu tower apartemen tersebut. Sedangkan dari penjualan, pengembang ini memperoleh pendapatan sekitar Rp 1 triliun.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6