Bisnis Taksi Udara di Kota Besar Menggiurkan untuk Jangka Panjang

PT Whitesky Aviation memilih untuk memberikan jasa layanan taksi dan ambulans di udara dengan menggunakan helikopter.

Diterbitkan 06 April 2016, 16:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu perusahaan yang melayani penerbangan charter, PT Whitesky Aviation, serius menggarap pasar transportasi udara jarak pendek di Indonesia. Perusahaan ini memilih untuk memberikan jasa layanan taksi dan ambulans di udara dengan menggunakan helikopter.

Pengamat Transportasi Udara Arista Atmadjati menilai, sebenarnya pasar transportasi ini tidak terlalu besar di Indonesia. Namun demikian, jika digarap secara serius, hal ini bakal menjadi bisnis yang menggiurkan dalam jangka panjang.

"Pasarnya memang masih segmented, tapi ada. Terlebih sekarang relatif belum ada saingan. Sekarang yang jeli ya White Sky," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Baca Juga

  • Kelola Taksi Udara, White Sky Minta Helikopter Bisa Terbang Malam
  • Begini Kecanggihan Helikopter yang Jadi Taksi Udara di RI
  • Perusahaan Penerbangan RI Ini Beli 30 Unit Helikopter dari AS


Dia menuturkan, sejumlah di wilayah di Jakarta merupakan daerah yang potensial untuk mendukung bisnis ini. Salah satunya Jababeka. Wilayah ini relatif dekat dari ibukota, namun membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai daerah tersebut akibat masalah kemacetan.

"Misalnya dari Jababeka menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sementara ini bandara internasional yang ramai kan itu. Atau pengusaha-pengusaha di sana kan banyak berbisnis di tengah kota, maka supaya perjalanan lebih cepat bisa pakai helikopter," beber dia.

Menurut Arista, potensi ini yang harus dibidik pengusaha transportasi Indonesia. Jangan sampai potensi tersebut diambil oleh pengusaha asing dengan modal yang besar.

"Di sana (Jababeka) ada sekitar 200 perusahaan. Berarti minimal ada 200 CEO, direktur utama yang memanfaatkan layanan ini, belum nanti direksi-direksinya. Jadi potensi bisnisnya besar," tandas dia.(Dny/nrm)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6