Sukses

Tanjung Kelayang Belitung Resmi Jadi KEK Pariwisata

Liputan6.com, Jakarta - Rapat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menyetujui usulan pembentukan KEK pariwisata di Tanjung Kelayang, kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. KEK yang akan dibangun senilai Rp 2,5 triliun itu menambah jumlah 8 KEK lain yang sudah ditetapkan pada 2014.  

 Penetapan KEK ini diputuskan setelah melalui rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
 
Dihadiri Menteri Keuangan BambangBrodjonegoro, Menteri PerdaganganThomasLembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)FrankySibarani, para pejabat dari kementerian terkait lain, serta Bupati BelitungSahani Saleh. 
 
"Destinasi wisata harus mampu menahan wisatawan tinggal lebih lama. Jadi jangan hanya menjual keindahan alam, tapi Badan Pengelola harus mampu membuat produk pariwisata yang menarik pengunjung," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Selasa (1/3/2016).
 
Sementara itu, Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan, pemerintah baru menyetujui satu dari empat usulan KEK karena menyangkut kesiapan. Tiga usulan KEK lainnya, antara lain KEK Sorong, KEK Lhokseumawe, dan KEK Merauke. 
 
"Yang sudah siap memang Tanjung Kelayang dari sisi infrastruktur, listrik dan rencana pembangunan sudah jalan. Sedangkan yang lain belum siap dan masih ada beberapa hal yang mesti dibahas lagi dalam rapat selanjutnya," terangnya. 
 
Sebagai contoh, Franky menjelaskan, untuk KEK Sorong, pemerintah perlu memastikan rencana pelabuhan di daerah Timur Indonesia itu, apakah dalam skala besar dengan jarak berdekatan atau seperti apa. Sedangkan KEK Merauke, mesti dicek kembali status tanahnya. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan mengundang pemerintah daerah setempat. 
 
KEK Tanjung Kelayang yang memiliki keunggulan wisata pantai dan keindahan pulau-pulau di sekitarnya, telah memenuhi seluruh persyaratan kelengkapan dokumen sesuai PP Nomor 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan KEK.
 
Kawasan yang nantinya akan dikelola konsorsium swasta ini menempati lahan HGB seluas 324,4 hektar. Infrastruktur yang sudah siap antara lain akses jalan nasional dari Bandara Hananjoeddin (dengan panjang landasan 2,250 meter) ke pusat kota dan akses jalan yang melintas langsung ke lokasi KEK.
 
Infrastruktur lainnya adalah gardu induk Dukong dengan kapasitas 1 x 30 Megawatt yang berjarak 32 kilometer dari lokasi serta sumber air dari SPAM Sijuk dan Waduk Gunung Tajam.
 
Pembangunan KEK Tanjung Kelayang yang diusulkan Konsorsium Belitung Maritime diperkirakan menyedot investasi sebesar Rp 2,5 Triliun dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja sebanyak 23,893 orang hingga 2022.
 
Berdasarkan Perpres Nomor 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019, pemerintah merencanakan untuk mengembangkan 25 KEK hingga 2019. Sebanyak 8 KEK telah ditetapkan (1 KEK di Pulau Jawa, 7 di luar Pulau Jawa) pada 2014. Dengan demikian, pemerintah masih harus menetapkan 17 KEK baru hingga 2019.
 
Pemerintah telah menetapkan Tanjung Kelayang sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas bersama-sama destinasi wisata lain seperti Danau Toba, Borobudur, Labuhan Bajo, Wakatobi, Tanjung Lesung, Mandalika, dan lain-lain. (Fik/Ndw)
Dua Sejoli Pacaran di Atas Motor yang Melaju
Loading