Sukses

Dukung Gerai Maritim, Pengusaha Dapat Insentif Biaya Angkut

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung program pemerintah dalam rangka mempersempit disparitas harga antara wilayah di Indonesia melalui program Gerai Maritim.

Ketua Umum Aprindo, Roy Mandey mengatakan, usaha ritel yang mengirimkan barangnya dengan tujuan Jakarta-Serui yaitu Hypermart pada pilot project pertama ini. Namun setelah ini diharapkan usaha ritel lain juga ikut mendistribusikan barangnya ke wilayah terpencil melalui program Gerai Maritim.

"Hari ini Hypermart. Ini adalah pilot project pertama kalinya dan nanti akan diikuti oleh anggota lainnya dan trayek-trayek lainnya. Keuntungannya? Ya membantu masyarakat. Harga komoditas di Jakarta bisa sama di daerah di tempat yang kita kirim," ujar Roy di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Dia menjelaskan, permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha ritel untuk mengirimkan barangnya ke wilayah terluar dan terpencil adalah soal biaya angkut kapal.

Roy mengatakan, biaya angkut kapal untuk tiap kontainer berkisar antara Rp 43 juta hingga Rp 45 juta. Namun dengan program Gerai Maritim, biaya angkut tersebut disubsidi oleh pemerintah sebesar 55 persen sehingga pengusaha ritel hanya membayar 45 persennya saja.

"Kalau kita ketahui, biaya ini tergantung masing-masing forwarder. Tapi dengan ada kapal Pelni perintis, dengan Gerai Maritim, kita pake kapal pelni. Kita dapat subsidi biaya pengangkutan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan," kata dia.

Selain menguntungkan dari biaya angkut, adanya Gerai Maritim ini juga diharapkan meningkatkan produktivitas usaha ritel, terlebih lagi saat puasa dan Lebaran mendorong permintaan barang kebutuhan pokok meningkat.

"Kita bisa meningkatkan produktivitas. Ritel pada kuartal I turun. Program ini kami sambut hangat dan positif untuk kembali ke produktivitas yang menurun. Kalau puasa selama Ramadan bisa meningkat 20 persen-30 persen," lanjutnya.

Pada peluncuran pilot project ini, Hypermart mengirimkan sejumlah barang kebutuhan pokok seperti beras, tepung terigu, gula, telur ayam, daging ayam, minyak goreng, mie instan, paket sembako untuk dijual ke masyarakat.

"Volumenya 11 kontainer, masing-masing isi 10 ton-15 ton, total hampir 250-an ton. Hypermart dalam satu kesempatan akan kirim minuman bersoda. Minuman berkarbonas di Serui, karena sangat dibutuhkan bahkan diperlukan," kata Roy. (Dny/Ahm)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS