Konstruksi Proyek MRT Fatmawati-Blok M Dimulai Akhir Bulan Ini

Untuk wilayah Jalan Fatmawati sampai dengan wilayah Cipete, jumlah lajur kendaraan di kedua sisi jalan akan mengalami perubahan.

Diterbitkan 23 Maret 2015, 18:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pekerjaan konstuksi skala besar proyek Mass Rapit Transit (MRT) untuk wilayah Jalan Fatmawati, Jalan Panglima Polim dan Blok M segera dimulai. Pada wilayah tersebut akan segera dilakukan pekerjaan konstruksi untuk koridor MRT jalur layang atau elevated.

Direktur Konstruksi PT MRT, Mohammad Natsir mengatakan, pekerjaan pada area Fatmawati hingga Blok M ini merupakan paket kontrak pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor CP102 yaitu Tokyu-Wijaya Karya Joint Operation (TWJO) dan kontraktor CP103 yaitu Obayashi-Shimizu-Jaya Konstruksi.

Pada periode 1 Februari lalu hingga 1 November 2015 dilakukan pengerjaan berupa pelebaran jalan dan penyediaan lokasi pekerjaan bore pile di sepanjang Jalan Panglima Polim Raya sampai persimpangan Blok M.

"Sedangkan pada minggu keempat Maret 2015 hingga Mei 2016 dilakukan pembuatan fondasi bore pile lajur layang MTR pada median Jalan Fatmawati dari perempatan TB. Simatupang sampai perempatan Jalan Madrasah," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/3/2015).

Untuk wilayah Jalan Fatmawati sampai dengan wilayah Cipete, jumlah lajur kendaraan di kedua sisi jalan akan mengalami perubahan pada titik pekerjaan fondasi bore pile pada titik yang berbeda-beda.

"Dalam minggu ini akan dimulai pemasangan pagar selebar 8 meter, dibutuhkan karena proyek ini pemasangan fondasi tiang bored dimana dibutuhkan lokasi kerja 8 meter untuk menuver alat kerja dan tahap pengecoran kepala fondasi. Tapi nanti akan dikecilkan sampai 6 meter," lanjutnya.

Selama pekerjaan berlangsung di wilayah ini, pengguna kendaraan dihimbau untuk melalui beberapa jalur alternatif seperti Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Pangeran Antarsarid dan Jalan Prapanca.

Semantara itu untuk Jalan Panglima Polim Raya hingga persimpangan Blom M, juga akan terjadi perubahan jumlah lajur kendaraan dari kedua arah pada setiap titik pekerjaan bore pile.

"Sebagai antisipasi, beberapa alternatif jalut yang dapat dilalui seperti Jalan Barito, Radio Dalam, Jalan Kramat Pela dan Jalan Pangeran Antarsari," tandasnya.

Seperti diketahui, proyek MRT koridor selatan-utara fase I yaitu Lebak Bulus-Bundaran HI akan dibanguun sejumlah 13 stasiun dan 1 Depo. Dari 13 stasiun tersebut terdapat 7 stasiun layang antara lain Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Sedangkan 6 stasiun merupakan berada dibawah tanah antara lain Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI. Proyek keseluruhan proyek ini ditargetkan akan selesai pada Agustus 2018. (Dny/Gdn)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6