Liputan6.com, Jakarta - Sejak terhempas hingga hampir menyentuh level 13.000 per dolar AS, nilai tukar rupiah di awal 2015 tampak masih bergerak melemah. Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao beranggapan, depresiasi rupiah saat ini berada di level yang tidak begitu mengkhawatirkan.
"Kami tak merasa cemas menghadapi depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang tengah terjadi saat ini," ungkap Nakao di Jakarta, Selasa (13/1/2015).
Nakao mengaku tidak perlu mengkhawatirkan pelemahan rupiah karena sektor manufaktur domestik juga berkembang cukup baik dan dapat membantu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.
Advertisement
Dia menjelaskan, saat ini dolar As memang tengah menguat terhadap sebagian besar mata uang di Asia termasuk rupiah. Sejauh ini, renminbi China masih menjadi salah satu mata uang yang kokoh menghadapi penguatan dolar AS.
"Tapi sebagai trading partner, rupiah tidak mengalami depresiasi yang parah," ujarnya.
Selain itu, aksi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) juga diyakini Nakao tak akan berdampak terlalu negatif pada perekonomian Indonesia. Meski begitu, dia juga tidak membantah akan adanya dampak kenaikkan suku bunga The Fed pada perekonomian Indonesia seperti depresiasi rupiah.Â
Hal itu mengingat, kenaikkan suku bunga yang dilakukan The Fed merupakan representasi dari kekuatan ekonomi AS saat ini.
Tahun ini, ADB juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai level 5,6 persen di 2015, naik dari 5,1 persen tahun lalu.
"Semua itu bisa terjadi jika momentum reformasi domestik yang saat ini tengah digencarkan pemerintah Jokowi terus berlanjut sepanjang 2015," tandasnya. (Sis/Ndw)
Â
Â
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317472/original/091873000_1786014229-IMG_3312.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320374/original/084584100_1786347702-Screenshot_2026-08-10_130418.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307902/original/001690200_1785120590-Pjs_Gubernur_BI_Destry_Destry_Damayanti-27_Juli_2026d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/670094/original/Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-280414-zk-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572977/original/046889200_1777877654-Presiden_ADB_Masato_Kanda-4_mei_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447080/original/018669100_1685440088-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4347729/original/082024200_1678087558-20230306-Ekonomi-China-AP-6.jpg)