Liputan6.com, New York - Hari ini seluruh rakyat Indonesia merayakan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilihnya menentukan siapa yang layak menjadi pemimpin baru Indonesia.
Â
Siapapun presiden yang akan terpilih, Ekonom Bank Dunia Ndiame Diop menilai Indonesia telah memiliki bahan-bahan lengkap untuk meningkatkan perekonomian negara.
Â
"Indonesia memiliki sumber daya manusia yang baik, sumber daya alam, dan demografis yang menggiurkan. Tingkat urbanisasi juga terhitung pesat dengan pertumbuhan penduduk kelas menengah yang berkembang. Saya rasa itu semua bumbu ang diperlukan untuk mengangkat perekonomian negara," ungkap Diop seperti dilansir dari laman CNN.com, Rabu (9/7/2014).
Â
Selain itu, Diop juga menilai Indonesia memiliki sistem manajemen perekonomian yang terbilang baik. Meski pemerintahan yang baru menghadapi tantangan pengurangan subsidi energi yang telah membengkak hingga US$ 30 miliar per tahun.
Â
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan meninggalkan pemerintahan Indonesia dengan situasi perekonomian yang tengah melambat. Perlambatan tersebut akibat hantaman dari defisit anggaran dan perdagangan.
Â
Isu utama yang harus dihadapi presiden baru tentu bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi negara. Terlebih perekonomian Indonesia telah melambat ke level sekitar 5 persen hingga 6 persen.
Â
Diop menjelaskan, pertumbuhan tersebut tak cukup utnuk menyediakan pekerjaan yang layak bagi 15 juta penduduk Indonesia.
Â
Presiden baru pun harus berhadapan dengan masalah pertumbuhan ekonomi, penyediaan lowongan pekerjaan dan infrastruktur yang lebih baik. (Sis/Nrm)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490698/original/095003200_1770021594-bea_cukai_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4949090/original/063678200_1726832428-Apel1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/685501/original/ILustrasi%20Pertumbuhan%20ekonomi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)