8 Pohon Buah yang Tetap Hidup Ditanam saat Musim Kemarau, Cocok di Iklim Tropis

Temukan berbagai jenis pohon buah yang tetap hidup ditanam saat musim kemarau, cocok untuk kebun produktif di iklim tropis Indonesia.

oleh Arini NuranisaDiterbitkan 05 April 2026, 09:00 WIB
Tips Agar Buah Tin Cepat Berbuah di Pekarangan (AI)

Liputan6.com, Jakarta - Musim kemarau yang semakin panjang dan perubahan iklim global menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian, khususnya bagi para pegiat dan pemilik kebun buah. Memilih pohon buah yang tetap hidup ditanam saat musim kemarau adalah solusi cerdas untuk menjaga keberlanjutan panen sepanjang tahun di iklim tropis seperti Indonesia.

Dengan pemilihan jenis pohon yang tepat dan strategi budidaya yang cerdas, kebun buah tetap bisa produktif bahkan di tengah kondisi minim air. Adaptasi tanaman terhadap kondisi panas dan kering menjadi kunci utama keberhasilan.

Artikel Liputan6.com pada Senin (30/3/2026) ini akan mengulas berbagai pilihan pohon buah tangguh yang mampu bertahan dan berbuah lebat di bawah terik matahari, serta tips optimalisasi kebun Anda.

Ini juga sangat cocok untuk pekarangan rumah yang sering terpapar sinar matahari langsung, memastikan produktivitas tanpa khawatir kekurangan air.

1. Buah Tin

Tips Agar Buah Tin Cepat Berbuah di Pekarangan (AI)

Banyak jenis pohon buah yang tetap hidup ditanam saat musim kemarau dan cocok untuk iklim tropis Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap kondisi lingkungan yang menantang. Buah Tin (Ficus carica), misalnya, adalah tanaman asli Mediterania yang tumbuh subur di bawah sinar matahari penuh dan dapat bertahan hidup dengan sedikit air setelah fase awal penanaman.

2. Delima

BUah Delima di Pagar Rumah. (Gemini AI)

Delima (Punica granatum) juga merupakan pilihan ideal, berasal dari daerah kering Timur Tengah dan Asia Selatan. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh, tidak membutuhkan banyak air setelah fase awal tanam, dan dapat tumbuh baik di tanah berbatu atau berpasir.

3. Nangka

Ilustrasi pohon nangka. (Foto oleh Quang Nguyen Vinh: https://www.pexels.com/id-id/foto/buah-buahan-pohon-batang-pohon-cabang-6871015/)

Selain itu, Nangka (Artocarpus heterophyllus) dikenal sangat cocok di daerah bersuhu tinggi, bahkan nangka mini mampu bertahan pada panas hingga 35°C dan berbuah lebih manis di musim kemarau.

4. Anggur

Cara Menanam Anggur yang Merambat di Pagar Rumah agar Rapi dan Indah/ Ilustrasi gambar oleh AI

Anggur (Vitis vinifera) justru memerlukan cuaca panas dan kering untuk menghasilkan buah yang manis, dengan varietas seperti Ninel atau Jupiter yang direkomendasikan untuk iklim tropis Indonesia.

5. Jambu Kristal juga terbukti tangguh, karena tahan cuaca panas.

Budidaya Jambu Biji Kristal di Pot (Gemini AI)

6. Sawo (Manilkara zapota) tahan panas karena memiliki akar dalam serta daun tebal untuk mengurangi penguapan.

Budidaya Sawo Manila Mini (Gemini AI)

7. Jeruk secara umum lebih tahan kekeringan dibandingkan kebanyakan tanaman buah lainnya.

Alasan utama pohon jeruk dianggap membawa keberuntungan adalah karena kemiripannya dengan kata-kata dalam bahasa Mandarin yang memiliki makna positif. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

8. Beberapa varietas mangga seperti Arumanis dan Harumanis juga mampu berbuah baik selama musim kemarau.

Pohon Mangga / Sumber: Pixabay

Strategi Optimalisasi Kebun Buah di Musim Kering

Pohon Mangga / Sumber: Pixabay

Meskipun memilih pohon buah yang tetap hidup ditanam saat musim kemarau adalah langkah awal yang baik, strategi optimalisasi kebun juga sangat dibutuhkan.

  • Penyiraman yang tepat sangat penting, terutama pada fase awal pertumbuhan setelah tanam, untuk membantu pembentukan sistem akar yang kuat. Namun, setelah itu, penyiraman harus dilakukan secara mendalam dan tidak terlalu sering untuk mendorong akar tumbuh lebih dalam.
  • Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan agar tanaman muda memiliki cukup waktu untuk beradaptasi dan mengembangkan akarnya sebelum menghadapi musim kemarau. Ini memberikan fondasi yang kokoh bagi pohon untuk bertahan di kondisi kering.
  • Penggunaan mulsa di sekitar pangkal pohon adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kelembapan tanah, mengurangi penguapan, dan menekan pertumbuhan gulma yang bersaing untuk air.
  • Penyiraman pada waktu yang tepat juga krusial untuk mengurangi penguapan air. Lakukan penyiraman pada pagi atau sore hari saat suhu udara masih rendah.
  • Dengan mengurangi jumlah buah pada pohon, sumber daya air dan nutrisi yang terbatas dapat dialokasikan ke buah yang tersisa, menghasilkan buah yang lebih besar, berkualitas, dan mengurangi stres pada pohon secara keseluruhan.

FAQ

Mengapa penting memilih pohon buah tahan kekeringan?

Memilih pohon buah tahan kekeringan adalah solusi cerdas untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang panjang, serta menghemat penggunaan air.

Pohon buah apa saja yang direkomendasikan untuk iklim panas dan kering?

Beberapa pohon buah yang direkomendasikan antara lain delima, buah tin, jeruk, mangga, jambu biji (jambu kristal), sawo, dan pepaya.

Bagaimana karakteristik pohon delima yang membuatnya tahan kekeringan?

Delima berasal dari daerah kering, menyukai sinar matahari penuh, tidak membutuhkan banyak air setelah fase awal tanam, dan dapat tumbuh baik di tanah berbatu atau berpasir.

Bagaimana mulsa membantu kebun buah bertahan di musim kemarau?

Mulsa membantu dengan mengurangi penguapan air dari tanah, menekan pertumbuhan gulma yang bersaing untuk air, dan menjaga suhu tanah tetap stabil, sehingga kelembaban tanah lebih terjaga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya