6 Pohon Buah yang Tahan Genangan Air, Cocok untuk Lahan Lembap dan Rawan Banjir

Pohon buah yang tahan genangan air menjadi pilihan ideal bagi pemilik lahan dengan kondisi tanah lembap atau sering tergenang saat musim hujan.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pohon buah yang tahan genangan air semakin banyak dicari oleh masyarakat yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi atau memiliki lahan yang sulit mengalirkan air. Ya,  tidak semua tanaman buah mampu bertahan dalam kondisi tanah yang basah dalam waktu lama.

Sebagian besar justru rentan mengalami pembusukan akar yang berujung pada kematian tanaman. Varietas seperti pohon ceri, plum, dan persik, misalnya, sangat rentan terhadap kondisi tanah basah dan berisiko terserang busuk akar atau penyakit jamur. Pohon buah kerdil dengan sistem perakaran dangkal juga tidak cocok untuk tanah yang menahan air, sebab mereka membutuhkan kondisi tanah yang mudah mengalirkan air.

Meskipun demikian, sebagaimana melansir laman Gardening Know How, beberapa jenis pohon buah memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap lingkungan yang lembap dan basah. Pilihan ini memungkinkan para pekebun untuk tetap menikmati panen buah-buahan segar dari kebun mereka, bahkan di area yang sebelumnya dianggap sulit untuk ditanami. Yuk simak inspirasi pohon buah yang tahan genangan air, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, termasuk laman Gardening Know How, Senin (29/6/2026).

1. Pir 

Jika Anda menginginkan pohon buah tradisional di kebun rumah Anda yang bertanah basah, pilihan terbaik adalah pohon pir. Semua jenis pir dapat mentolerir tanah yang berat dan bahkan genangan air sesekali. Jenis pir Eropa dan Asia (Pyrus communis, Pyrus pyrofolia) adalah pohon buah yang paling toleran terhadap kondisi tanah basah. 

Mereka tumbuh jauh lebih baik daripada pohon apel, pohon persik, pohon jeruk, atau pohon plum dalam kondisi tanah basah. Meskipun demikian, pohon pir tumbuh lebih baik di tanah yang dalam dan berdrainase baik daripada di tanah yang basah. Genangan air yang berlangsung lama dapat menghambat pertumbuhan optimal pohon pir.

2. Kesemek Fuyu

Menurut Gardening Know How, banyak pohon kesemek membutuhkan tanah yang mudah mengalirkan air untuk tumbuh dan berkembang. Namun, satu jenis—Fuyu (juga dikenal sebagai kesemek Asia atau Jepang)—dikenal karena kemampuan adaptasinya. Kesemek Fuyu (Diospyros kaki) mampu mentolerir tanah basah dan bahkan kondisi berawa. 

Hal itu menjadikannya pilihan yang baik untuk area taman dengan tanah basah. Penting untuk diingat bahwa meskipun dapat tumbuh di tanah lembap, pohon ini tidak akan tumbuh di tanah yang benar-benar tergenang air karena risiko pembusukan akar.

3. Chokeberry Hitam

Melansir laman  Gardening Know How, Chokeberry hitam (Aronia melanocarpa) merupakan tanaman beri yang sangat toleran terhadap tanah basah dan menjadi pilihan buah yang sangat baik untuk daerah dengan tanah berat atau drainase buruk. Tanaman ini adalah bintang di taman hujan dan cocok ditanam di sepanjang tepi kolam. Di alam liar, chokeberry hitam dapat ditemukan di rawa-rawa, bukit pasir, serta daerah berbatu.

4. Cranberry

Cranberry dikenal sebagai tanaman yang tumbuh di lahan gambut asam dan sering dibanjiri. Meskipun tidak selalu tergenang air secara terus-menerus, kondisi alami habitat cranberry menunjukkan toleransinya yang tinggi terhadap lingkungan yang sangat basah. Kemampuan adaptasinya terhadap kelembapan ekstrem menjadikannya salah satu dari pohon buah yang tahan genangan air.

5. Nangka

Nangka (Artocarpus heterophyllus) merupakan salah satu pohon buah yang tahan genangan air sementara dan dapat tumbuh subur di daerah dengan genangan. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik terhadap kondisi tanah yang tergenang air, sehingga cocok untuk ditanam di area rawa.

 Sistem perakarannya yang kuat membantu menyerap kelebihan air dan menstabilkan tanah. Nangka tumbuh optimal pada curah hujan 1.500–2.500 mm per tahun. Pohon nangka yang ditanam dari biji umumnya berbuah setelah 5–10 tahun, sedangkan hasil cangkok dapat berbuah dalam 1,5–2 tahun, dan dapat produktif hingga usia 30 tahun.

6. Jambu Air

Sesuai namanya, jambu air (Syzygium aqueum) merupakan salah satu tanaman buah yang sangat menyukai air dan tahan terhadap genangan. Tanaman ini menyukai kondisi lembap dan basah serta membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menghasilkan buah secara optimal. Jambu air toleran terhadap kelembapan tinggi dan banjir ringan. 

Masa berbuahnya berkisar antara 8 bulan hingga 3 tahun, tergantung perawatan. Tanaman ini juga menunjukkan pertumbuhan yang baik di tanah rawa, terutama jika dilakukan pembenahan dan penyesuaian pada lahan, seperti pengaturan drainase yang memadai untuk menghindari genangan air yang berlebihan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon Buah yang Tahan Genangan Air

1. Mengapa sebagian besar pohon buah tidak menyukai tanah basah?

Sebagian besar pohon buah tidak menyukai tanah basah karena mereka membutuhkan tanah yang mudah mengalirkan air dan memiliki ruang terbuka untuk oksigen agar dapat diserap melalui akarnya.

2. Jenis pir apa yang paling toleran terhadap kondisi tanah basah?

Jenis pir Eropa dan Asia (Pyrus communis, Pyrus pyrofolia) adalah pohon buah yang paling toleran terhadap kondisi tanah basah.

3. Apa keunggulan kesemek Fuyu dalam menghadapi tanah basah?

Kesemek Fuyu dikenal karena kemampuan adaptasinya, mentolerir tanah basah dan bahkan kondisi berawa, menjadikannya pilihan yang baik untuk area taman dengan tanah basah.

4. Bagaimana toleransi nangka terhadap genangan air?

Nangka sangat tahan terhadap genangan air sementara dan dapat tumbuh subur di daerah dengan genangan, bahkan cocok untuk ditanam di area rawa karena sistem perakarannya yang kuat.

5. Mengapa jambu air cocok untuk lahan yang cenderung basah

Jambu air menyukai kondisi lembap dan basah serta toleran terhadap kelembapan tinggi dan banjir ringan, bahkan membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menghasilkan buah secara optimal.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6