Berkunjung ke Rammang-rammang, Pesona Pegunungan Karst Terbesar Ketiga di Dunia

Bukan sekadar pegunungan karst biasa, Rammang-rammang merupakan pegunungan karst terbesar ketiga di dunia.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 10 Apr 2023, 07:00 WIB
Berada di Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rammang-Rammang menjadi destinasi wisata primadona bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. (Liputan6.com/ Kemenparekraf)

Liputan6.com, Makassar - Rammang-rammang merupakan salah satu destinasi wisata dengan kawasan pegunungan karst. Destinasi ini berlokasi di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Bukan sekadar pegunungan karst biasa, Rammang-rammang merupakan pegunungan karst terbesar ketiga di dunia. Rammang-rammang merupakan istilah bahasa Makassar yang berarti awan atau kabut. Penamaan tersebut didasarkan pada kondisi alam di sekitar lokasi yang kerap diselimuti kabut tebal atau awan saat pagi hari.

Destinasi wisata alam ini juga menyuguhkan berbagai spot menarik, seperti Sungai Pute hingga Kampung Berua. Sungai Pute merupakan akses jalan yang harus dilalui para wisatawan yang akan berkunjung ke Rammang-rammang.

Pengunjung akan menyusuri sungai tersebut dengan menaiki perahu kecil yang disebut katinting. Sungai ini mengalir di antara bebatuan karst.

Adapun Kampung Berua Maros menjadi destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi. Terdapat cekungan dinding batuan di sekitar aliran sungai yang dijadikan sebuah tanda sebagai pintu masuk ke Kampung Berua.

Konon, Kampung Berua merupakan danau besar yang berada di tengah perbukitan karst. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan dan bukti arkeolog yang mendukung.

Karena dikelilingi bukit karst, kampung ini pun terlihat seperti cekungan. Terdapat beberapa deretan rumah panggung Suku Bugis, bentangan sawah petak, hingga tanaman-tanaman perairan yang dibudidayakan.

Kampung tersebut juga memiliki salah satu tempat bersejarah, yaitu Situs Pasaung. Dalam bahasa Makassar, 'pasaung' berarti menyabung.

Lokasi tersebut memang kerap dijadikan sebagai area sabung ayam. Selain itu, terdapat peninggalan prasejarah lainnya berupa lukisan pada dinding gua yang diperkirakan sudah berusia sekitar 15.000-20.000 tahun.

Lukisan tersebut merupakan gambar telapak tangan manusia dengan warna merah. Adapun pada bagian dinding lainnya juga terdapat lukisan dengan gambar menyerupai seekor kingkong yang membuat area ini dijuluki dengan nama Kingkong Stone.

Selain beberapa lokasi di atas, Rammang-rammang juga masih memiliki beberapa destinasi  wisata Maros menarik lainnya, seperti Telaga Bidadari, Taman Hutan Batu Kapur, Gua Telapak Tangan, Gua Bulu Karaka, dan sebagainya.

(Resla Aknaita Chak)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya