Skandal Yakuza, PM Jepang Umumkan Menteri Baru

Akibat terlibat Yakuza, Menteri Kehakiman Keishu Tanaka mengundurkan diri. Hal itu membuat Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda menunjuk Makoto Taki, mantan Menteri Kehakiman menggantikan Tanaka.

oleh Liputan6 diperbarui 24 Okt 2012, 20:17 WIB
Liputan6.com, Tokyo: Menteri Kehakiman Jepang Keishu Tanaka terlibat dengan Yakuza, organisasi sejenis mafia di Jepang. Kondisi itu mendorong Tanaka mengundurkan diri. Dengan pengunduran diri Tanaka kemarin, membuat kekuasaan di Departemen Kehakiman Jepang kosong. Hal itu membuat Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda membuat kepustuan untuk memilih pengganti Tanaka secepatnya.
 
Noda mengumumkan, Rabu (24/10), pengganti Tanak adalah mantan Menteri Kehakiman Makoto Taki. Pria berusia 70 tahun itu dipilih karena ia memahami seluk beluk cara kerja administrasi keadilan. "Mantan Menteri Kehakiman Makoto Taki memiliki pemahaman menyeluruh tentang cara kerja administrasi keadilan," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura.
 
Tanaka baru menjabat sebagai Menteri Kehakiman hanya tiga minggu. Mundurnya Tanaka adalah pukulan telak bagi pemerintahan yang dipimpin Noda.
 
Tanaka mengundurkan karena alasan kesehatan setelah menghabiskan beberapa hari di rumah sakit. Namun, pengunduran dirinya datang setelah ia dipaksa mengakui keterlibatannya dengan Yakuza. Hal itu terungkap ketika sebuah majalah Jepang mengungkapkan Tanak pernah bertindak sebagai orang yang memilih pimpinan mafia senior.(AP/NHK)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya