DPR Desak Pertamina Cari Mitra Kerja Demi Percepat Proyek Kilang Minyak

DPR meminta PT Pertamina fokus melakukan pembangunan kilang minyak.

oleh Liputan6.com diperbarui 01 Jul 2020, 20:45 WIB
Tabung - tabung kilang VI Balongan di Indramayu, Jawa Barat, (14/1). RU VI Balongan merupakan tumpuan produksi BBM jenis Pertamax Series milik PT. Pertamina (Persero). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta PT Pertamina fokus melakukan pembangunan kilang minyak di Indonesia. Hal tersebut salah satunya dengan mencari mitra kerja yang bisa mendukung pengadaan kilang.

Anggota DPR, Karyada Warnika mengatakan, selama ini pemerintah mencari dana pembangunan kilang. Kemudian Pertamina sebagai badan usaha yang ditugaskan, diminta mencari kontraktor untuk menggarapnya.

"Sehingga jokes nya Pertamina itu tukang jahit, mesin jahitnya punya pemerintah," ujar Kardaya dalam rapat kerja, Rabu (1/7).

Kardaya mengatakan, pemfokusan pembangunan kilang sangat penting tidak kalah dengan proyek pembangunan infrastruktur andalan Presiden Jokowi. "Ini (kilang) tentu tidak kalah penting untuk diutamakan," jelasnya.

Sementara itu dalam rapat bersama, Wakil Ketua Komisi VII Alex Noerdin membacakan kesimpulan rapat. Di antaranya, DPR mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk dapat menyampaikan detil progres dan skema pembiayaan seluruh Megaproyek Kilang Minyak dan Petrokimia dan disampaikan tertulis secara berkala dan transparan kepada Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI.

"Komisi VII DPR RI mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk melakukan langkah-langkah terobosan dalam mencari mitra kerja baru yang lebih baik untuk mendukung seluruh Megaproyek Kilang Minyak dan Petrokimia demi Ketahanan Energi Nasional," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Agenda Rapat Selanjutnya

Kegiatan warga sekitar di dekat kilang minyak Pertamina Refenery Unit IV Cilacap, Rabu (7/2). Kilang Pertamina RU IV Cilacap berkapasitas produksi terbesar mencapai 348.000 barrel per hari. (Liputan6.com/JohanTallo)

Ketiga, komisi VII DPR RI sepakat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk melanjutkan Rapat Dengar Pendapat pada Masa Sidang selanjutnya untuk membahas agenda lainnya yaitu Program BBM Ramah Lingkungan, progres kegiatan pengadaan minyak melalui ISC, update Petral dan progres Digitalisasi SPBU.

Keempat, Komisi VII DPR RI sepakat dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk menyusun roadmap pengembangn mini refinery dan melanjutkan pembangunan mini depot untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya