Begini Susahnya Pilot Daratkan Pesawat di Tengah Cuaca Buruk

Mendaratkan pesawat dan memastikan keselamatan penumpang di tengah cuaca buruk, adalah tantangan bagi para pilot.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 18 Mar 2017, 18:00 WIB
Ilustrasi pesawat di tengah cuaca buruk

Liputan6.com, Warsawa - Mendaratkan pesawat dan memastikan keselamatan penumpang di tengah cuaca buruk, adalah tantangan bagi para pilot. Tentu saja, itu sama sekali tak mudah.

Sebuah video diposting Artur Kielak, yang mengaku sebagai pilot aerobatik ekstrem, yang menunjukkan betapa sulitnya mendaratkan pesawat komersial di tengah angin kencang.

Kielak mengunggah rekaman detik-detik ia mendaratkan Boeing 737 di tengah cuaca yang bergejolak.

Aksi pilot mendaratkan pesawat di tengah cuaca buruk (Facebook)

Pria asal Polandia itu menempatkan kamera di dekat kakinya, untuk merekam aksinya itu. Pada 24 jam pertama ia meraup 2.500 respons dari para Facebooker.

Dalam video tersebut, ia terlihat tersenyum dan tertawa, saat berbincang singkat dengan kopilot selama berusaha mendaratkan burung besi.

Kielak, yang menggunakan kedua tangan, tampak sibuk mempertahankan kendali pesawat dalam situasi cuaca buruk.

"Aku selalu mengatakan, pilot pesawat maskapai penerbangan mendapatkan upah per satu pendaratan selama sebulan... dan hari ini aku mendapatkan bagianku," kata dia di Facebook, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (18/3/2017).

"Batas maksimum crosswind (angin dari samping) stabil, gust plus stabil, dan embusan dalam satu...FULL FORCE...Aku suka Boeing 737 untuk stabilitasnya dalam kondisi parah."

Sejumlah orang menangapi rekaman video itu. "Oh Tuhan!! Aku berharap pilot pada penerbanganku berikutnya akan sebagus Anda," kata Facebooker, Anastasia Szumik.

Kielak yang mengaku sebagai pilot aerobatik ekstrem juga mengunggah sejumlah foto dan videonya saat beraksi di laman Facebooknya.

Artur Kielak mengaku sebagai pilot aerobatik ekstrem (Facebook)

Sementara, Boeing 737 adalah pesawat komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet) yang diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

Kapal terbang jenis itu kerap digunakan sejumlah penerbangan berbiaya murah seperti Ryanair atau Southwest Airlines dan dipakai dalam penerbangan jarak pendek.

Boeing 737 berbobot cukup berat, dalam kondisi kosong sekalipun yakni sekitar 40 ton atau 70 ton saat dipenuhi penumpang.

Para pilotnya dilatih untuk mengoperasikan pesawat dalam kondisi angin kencang. Dan dalam rekaman Kielak yang diambil 2016 lalu menunjukkan bagaimana ketrampilan penerbang bisa membawa penumpang dengan aman, dalam kondisi cuaca buruk sekalipun.

Video Kielak tersebut diambil dalam penerbangan pesawat Emirates A380 yang mendarat di Bandara Manchester selama Badai Frank.

Saksikan video yang menggambarkan perjuangan pilot mendaratkan pesawat di tengah cuaca buruk:

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya