BI Tutup Kegiatan Operasional 4 Hari Saat Lebaran

Di awal pekan BI juga hanya akan melayani operasional secara terbatas.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 21 Jun 2016, 09:01 WIB
Deputi Gubernur BI Senior Mirza Adityaswara (kiri) bersama Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo berbicang saat menggelar konferensi pers Triwulan III Bank Indonesia (BI) di Gedung BI, Jakarta, Selasa (17/11/2015). (Liputan6.com/Angga Yunia)

Liputan6.com, Jakarta - Operasional Bank Indonesia (BI) akan tutup selama empat hari pada untuk memperingati hari raya Idul Fitri yang jatuh pada pekan pertama bulan Juli nanti. Selain itu, di awal pekan BI juga hanya akan melayani operasional secara terbatas.

Dikutip dari keterangan BI, Selasa (21/6/2016), hari raya Idul Fitri diperkirakan akan jatuh pada tanggal 6 dan 7 Juli yang jatuh pada haru Rabu dan Kamis. Untuk memperingatinya, di hari Senin atau tanggal 4 Juli, BI hanya melakukan operasional secara terbatas. 

Selanjutnya, BI menutup operasional selama empat hari dari Selasa hingga Jumat atau pada 5 hingga 8 Juli. Bank Indonesia akan membuka kembali operasional secara penuh pada Senin pekan berikutnya atau pada tanggal 11 Juli. Jika ditotal, layanan operasional BI tutup selama sepekan karena setelah libur Idul Fitri langsung berlanjut akhir pekan. 

BI memperkirakan kebutuhan uang pada Ramadan dan Idul Fitri tahun ini akan mencapai Rp 160,4 triliun, hal ini tetap akan dipasok olehnya. Jumlah kebutuhan itu naik 14,57 persen, dibandingkan Lebaran tahun lalu, yang hanya sebesar Rp 140 triliun.

Bank Indonesia menyebutkan bahwa proyeksi kenaikan kebutuhan dana selama Ramadan ini bertambah karena dipicu dua faktor utama di luar pertumbuhan ekonomi.

Pertama, pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri yang jatuh pada Juni hingga Juli, serta pembayaran gaji ke-13 dan 14.

Kedua, jumlah hari libur Lebaran 2016 lebih banyak yakni enam hari, sementara tahun lalu hanya lima hari. Libur Lebaran tahun ini juga bertepatan dengan libur sekolah.

Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tersebut, BI melakukan penambahan titik dan frekuensi penukaran uang, baik oleh Bank Indonesia maupun oleh perbankan.‎

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya