Suku Bunga Diputuskan Tetap Bikin Bursa AS Menguat

The Fed mengindikasikan ekonomi AS akan tumbuh moderat tahun ini. Ini mempengaruhi bursa AS.

oleh Nurmayanti diperbarui 17 Mar 2016, 04:30 WIB
(Foto: Reuters)

Liputan6.com, New York - Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Dengan indeks S&P 500 mencapai level tertinggi tahun ini, setelah Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya dan mengisyaratkan kenaikan suku bunga baru terjadi dalam beberapa bulan mendatang dengan angka lebih kecil.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 74,23 poin atau 0,43 persen menjadi 17.325,76. Sementara indeks S&P 500 menguat 11,29 poin atau 0,56 persen ke posisi 2.027,22 dan indeks Nasdaq Composite bertambah 35,30 poin atau 0,75 persen menjadi 4.763,97.

The Fed mengindikasikan ekonomi AS akan tumbuh moderat. Dengan penguatan di sektor pekerjaan akan memungkinkan lembaga ini memperketat kebijakan tahun ini, dengan proyeksi melakukan kenaikan suku bunga seperempat poin pada akhir tahun, setengah dari yang diambil pada bulan Desember.


Tapi bank sentral AS mencatat Amerika Serikat terus menghadapi risiko dari kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Karena ketidakpastian itu maka The Fed mengambil keputusan ini. "Kami menilai bijaksana untuk mempertahankan sikap kebijakan saat ini pada pertemuan ini," kata Gubernur The Fed Janet Yellen.

Keputusan untuk mempertahankan suku yang stabil sejalan dengan prediksi analis, namun ini tetap menjadi hal mengejutkan bagi beberapa orang.

"Kebanyakan orang mencari sebuah pernyataan yang sedikit hawkish," kata Tom Porcelli, Kepala Ekonom Pasar Modal AS RBC.

Pada perdagangan kali ini, delapan dari 10 sektor terbesar pada indeks S & P ditutup lebih tinggi. Dengan sektor material mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,74 persen. Sementara saham kesehatan dan keuangan di belakangnya.

Sektor energi pada indeks S&P naik 1,6 persen seiring lonjakan harga minyak AS hingga hampir 6 persen. Ini setelah produsen utama minyak dunia membuat rencana untuk membahas output pembekuan dan stok minyak mentah AS tumbuh di bawah harapan.

Sekitar 7,6 miliar saham berpindah tangan pada perdagangan Rabu ini, di bawah rata-rata selama 20 sesi terakhir sebesar 8,1 miliar.(Nrm/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya