Bank Ini Dorong Masyarakat Gunakan Digital Banking

Biaya operasional untuk mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dinilai cukup besar sehingga digital banking bisa jadi solusi.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 03 Mar 2016, 21:20 WIB
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja saat memberi paparan kinerja Bank BCA di Jakarta, (3/3). Pertumbuhan laba bersih sebesar 9,3% menjadi Rp 18 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp 16,5 triliun. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan persaingan antar perbankan untuk meningkatkan likuiditas akan semakin ketat setiap tahun.

Kondisi ekonomi yang melambat, menjadikan perbankan harus mengurangi biaya operasional demi menjaga kinerja yang positif.

Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan demi mengurangi biaya operasional salah satunya mendorong para nasabah untuk lebih‎ menggunakan digital banking dalam melakukan transaksi keuangan.

"Harga ATM itu sekarang sampai US$ 20 ribu dolar. Dengan investasi itu, per tahunnya belum masuk biaya operasional yang cukup tinggi, sekitar Rp 144 juta per tahun," kata Jahja di Jakarta, Kamis (3/3/2016).


Biaya operasional untuk mesin anjungan tunai mandiri (ATM) tersebut digunakan, antara lain untuk membayar jasa pekerja pengisi uang di ATM, biaya sewa kios jika ATM berada di sebuah toko, biaya listrik. Serta biaya asuransi mesin dan uang yang ada di setiap ATM itu.

Selain itu dalam pengadaan mesin ATM yang masih dipasok dari luar seperti Jepang dan Tiongkok. Itu karena belum ada perusahaan di Indonesia yang mampu memproduksinya.

"Jadi jangan pernah berfikir punya banyak ATM itu gampang, banyak hal yang harus kita lakukan hanya untuk satu mesin saja. Oleh sebab itu kita mendorong transaksi menggunakan digital dan mobile banking," kata dia.

BCA merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang fokus pada bisnis transaksi perbankan serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) dan consumer.

Pada akhir Desember 2015, BCA memfasilitasi layanan transaksi perbankan kepada 14 juta rekening nasabah melalui 1.182 cabang, 17.081 ATM dan ratusan ribu mesin EDC dengan dilengkapi layanan internet banking dan mobile banking. (Yas/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya