Ricuh Liga Cile, Suporter Perang Mercon Hingga Gondol Kamera

Suporter kedua tim terlibat bentrok di atas lapangan, dengan mempersenjatai diri mereka dengan tongkat, batu, dan ikat pinggang.

oleh Girman Soemantri diperbarui 07 Des 2015, 22:21 WIB
Bentrokan kedua suporter terjadi saat pertandingan Santiago Wanderers vs Colo-Colo, di Stadion Valparaiso. (Daily Mail)

Liputan6.com, Santiago - Bentrokan suporter mewarnai pertandingan Liga Cile yang mempertemukan Santiago Wanderers vs Colo-Colo, di Stadion Valparaiso, Senin (7/12) dinihari tadi. Pertandingan akhirnya ditunda karena ulah brutal kedua suporter tim.

Menurut Dailymail, suporter mempersenjatai diri dengan tongkat, batu, ikat pinggang, dan kembang api. Bahkan dalam rekaman video terlihat seorang suporter yang sengaja mengarahkan kembang api ke arah lawan. Tidak berhenti sampai di situ saja, sejumlah suporter juga merusak fasilitas stadion,  seperti tiang gawang, papan iklan elektronik hingga bangku di tribun penonton.

Baca Juga

  • Cara Ampuh Banur Dongkrak Semangat Pemain Persija
  • Remaja 19 Tahun Tolak Gabung MU dan City
  • Persija Terancam Loyo di Babak 8 Besar Piala Jenderal Sudirman

Salah seorang penonton juga tampak memboyong kamera milik fotografer. Akibat insiden ini, beberapa suporter terpaksa mendapat perawatan dan satu orang dikabarkan terluka parah.


Bentrokan antar suporter terjadi Liga Chile

Meskipun mengalami penundaan, Colo-Colo berhasil keluar menjadi juara Liga Cile musim ini, setelah rival mereka Universidad Catolica mengalami kekalahan dari Audax Italiano dengan skor 0-1.

Ini adalah gelar Colo-colo ke-31 sepanjang sejarah klub. Menjadi juara Liga Cile, membuat Colo-colo berhak mendapatkan jatah bermain di Copa Libertadores musim depan.

Atas insiden tersebut, beberapa pemain asal Chile yang bermain di liga besar Eropa, memperlihatkan kekecewaannya atas insiden tersebut. Salah satunya adalah kiper Barcelona, Claudio Bravo, memberikan rasa prihatinya melalui postingan di twitter pribadi miliknya.

"Cerita yang sama. Kejahatan untuk kekuasaan. Kami ingin Chile menjadi aman," ucap Bravo lewat akun Twitternya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya