Pergizi Bikin Petisi Tempe Warisan Dunia Milik Indonesia

PERGIZI PANGAN (Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan) bikin petisi tempe warisan dunia

oleh Fitri Syarifah diperbarui 15 Jul 2015, 22:04 WIB
tempe

Liputan6.com, Jakarta Hampir semua masyarakat Indonesia pasti mengetahui makanan hasil fermentasi kedelai, tempe. Makanan ini rasanya begitu lekat dengan lidah keluarga Indonesia.

Belum lama ini, muncul sebuah petisi yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendukung tempe sebagai warisan budaya Indonesia (Indonesian Cultural Heritage). Petisi ini ditujukan kepada badan PBB yang menangani kebudayaan UNESCO dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan.

Petisi di laman Change.org berjudul “Dukung Tempe Sebagai Warisan Budaya Indonesia,” ini dibuat oleh PERGIZI PANGAN (Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan) Indonesia, yaitu sebuah organisasi para pakar gizi dan pangan. Hingga saat petisi ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 6.000 tandatangan.

Perwakilan PERGIZI PANGAN Indonesia, Septian mengatakan, petisi ini dibuat untuk menggerakan masyarakat agar bangga memiliki tempe sebagai warisan budaya.

"Selama ini tempe kerap menjadi konotasi negatif. Bangsa kita bahkan dikatakan mental tempe. Padahal berapa banyak industri kecil yang hidup dari tempe. Makanan ini juga kaya gizi," katanya, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (15/7/2015).

Di laman petisi tersebut juga dijelaskan, bagaimana tempe ditemukan beberapa abad lalu oleh nenek moyang Indonesia. Makanan ini kini banyak dikenal oleh penduduk di beberapa negara.

Bukti sejarah menunjukkan, tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat oleh masyarakat Jawa Tengah dan sudah biasa dikonsumsi sejak tahun 1700-an.

Karena tempe masih dianggap sebagai pangan kelas sosial ekonomi rendah. Hal ini menjadi salah satu alasan tempe masih kurang mendapat perhatian mendalam dari pemerintah, para pengambil kebijakan dan swasta sehingga perkembangan tempe di Indonesia relatif lamban.

Terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap Batik dalam daftar 'Intangible Cultural Heritage of Humanity', tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, tempe bukan sekedar makanan, tetapi memiliki nilai budaya, sejarah dan ekonomi bangsa. Karena keunikannya, tempe layak untuk menjadi simbol budaya Indonesia.

Seorang pendandatangan petisi Maulana Ashari berpendapat, "Saya tidak ingin tempe diklaim sebagai makanan asli negara lain."

Netizen lain, bernama Mochammad Romadhona mengatakan, "Saya setuju bahwa Tempe pantas menjadi warisan budaya kuliner asli Indonesia.”

Ada pula yang berkomentar, "Saya sangat menyukai tempe...tempe mendoan , tempe mendol...ataupun produk yg di buat dari bahan tempe lainnya...tempe bukan sekedar warisan ataupun budaya bangsa indonesia...tempe harta yang tak ternilai bagi bangsa ini...!," kata Antok Yuliana.

Screen Shot 2015-07-15 at 4.40.11 PM.png

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya