Bagaimana Jika Anak Tidak Mau Makan Sayur?

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak ingin makan sayur? Berhentikah?

oleh Jazaul Aufa diperbarui 12 Mei 2015, 10:00 WIB
Ilustrasi sayuran potong | Via: istimewa

Liputan6.com, Jakarta Pola hidup sehat seakan rusak seketika saat buah hati memilih-milih makanan, bahkan tidak suka sayur. Meski tak kunjung mau, memberikan sayuran pada anak harus tetap terus dilakukan.

"Jika anak tidak suka sayur, jangan berhenti memberikannya. Biasanya, setelah tujuh kali berturut-turut diberikan, anak akan menyukainya," ungkap Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK, saat ditemui pada acara Kampanye Sehat Nestle Indonesia dan launching aplikasi 'Nestle Healthy Steps' di Atrium Royal Plaza, Surabaya, Minggu, (10/5/2015).

Pengenalan sayuran umumnya dilakukan setelah 6 bulan atau usai masa ASI ekslusif. Bisa mulai dilakukan dari sayuran yang umum dimakan, seperti wortel, bayam, dan sebagainya, baru ke makanan pahit seperti daun pepaya atau singkong.

Seorang ibu tak hanya dituntut lihai dalam mendidik anak, tetapi juga kreatif saat pengenalan makanan. Jika anak tak kunjung suka dengan sayuran, sayuran bisa disembunyikan di dalam bola-bola daging atau dicampur makanan yang ia suka.

"Selain hal tersebut, pengenalan pada sayuran harusnya dilakukan saat memberikan ASI. Ibu dituntut untuk makan bermacam-macam agar anak bisa lebih kenal dengan rasanya melalui ASI sebelum diberikan wujud yang sebenarnya," tambah dr. Inge.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya