Steve Jobs: Anak Adopsi yang Tak Suka Sekolah Formal

Ayah kandungnya seorang Profesor Ilmu Politik berkebangsaan Suriah,ibunya seorang ahli terapi bicara berkebangsaan Amerika Serikat.

Diterbitkan 08 Oktober 2013, 08:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Perusahaan teknologi kenamaan Apple selalu identik dengan nama besar mendiang Steve Jobs. Namun tahukab Anda jika pendiri Apple yang termasuk dalam salah satu orang berpengaruh di dunia hanyalah seorang anak adopsi yang tidak memiliki ketertarikan dengan segala hal yang berkaitan dengan sekolah.Terlahir pada 24 Februari 1955 di San Fransisco, California, Steven Paul Jobs merupakan anak dari pasangan Abdulfattah John Jandali dan Joanne Schieble atau lebih dikenal juga dengan nama Joanne Simpson. Ayah kandungnya merupakan seorang Profesor Ilmu Politik berkebangsaan Suriah dan ibunya merupakan seorang ahli terapi bicara berkebangsaan Amerika Serikat.Sayangnya Jobs kecil tidak dibesarkan oleh kedua orang tua kandungnya. Pasangan beda kewarganegaraan itu memutuskan untuk mencari orang tua yang bersedia mengadopsi. Pasangan ini berharap Jobs bisa mendapat kehidupan yang lebih baik dari orang tua angkatnya.Sayangnya harapan tersebut jauh dari kenyataan, karena orang tua angkat Jobs hanyalah pasangan biasa dan bukan dari kalangan terpelajar. Ibu angkat Jobs, Clara, merupakan seorang akuntan dan ayah angkatnya Paul berprofesi sebagai seorang masinis yang mendiami sebuah rumah di San Fransisco kemudian pindah ke Mountain View, California pada tahun 1960.Tak lama setelah Jobs diadopsi, orang tua kandungnya menikah dan memiliki seorang anak bernama Mona Simpson. Sementara Jobs dibesarkan bersama kedua orang tua angkatnya dan seorang anak perempuan hasil adopsi pada tahun 1958 bernama Patti.Tidak Menyukai Sekolah FormalSejak kecil Paul sudah memperlakukan Jobs layaknya anak kandung sendiri. Tak heran jika hobinya membongkar dan merekonstruksi perabotan elektronik kemudian menular pada Steve. Selain hobi membongkar peralatan elektronik, Jobs ternyata juga seorang pemikir yang cerdas dan inovatif.Sayangnya saat duduk di bangku sekolah, Steve kerap menunjukkan perasaan tidak tertariknya terhadap sekolah formal. Tidak jarang gurunya membutuhkan upaya lebih untuk meningkatkan ketertarikan Jobs akan pelajaran di sekolah.

Saat Jobs duduk di bangku kelas 4, sang guru bahkan harus 'memancingnya' dengan permen dan uang $ 5 untuk bisa membangkitkan minat belajar Jobs. Sukses menyelesaikan kelas 5, Jobs pun melanjutkan studi menengahnya di Critten Middle School.Sayangnya kondisi daerah miskin dan perlakuan intimidasi yang diterimanya membuat Jobs semakin tidak kerasan sekolah. Ia pun meminta orang tuanya untuk dipindahkan ke sekolah lain atau jika keinginannya tidak dipenuhi ia akan berhenti sekolah.Paul dan Clara pun memenuhi permintaan Jobs dan memindahkannya ke Cupertino Junior High School di Los Altos. Jobs pun tumbuh besar di Los Altos dan menunjukkan ketertarikannya dengan dunia elektronik, terutama setelah sang ayah banyak melibatkannya saat membongkar peralatan elektronik di garasi rumah. (vin/dew)...bersambung...