Sukses

Sony Tak Ambil Untung Dari Harga Jual PS4?

PlayStation 4 (PS4) memulai 'perang' di segmen konsol game next-gen melawan Xbox One dengan keunggulan harga yang lebih murah. Konsol game ini dihargai US$ 399, lebih murah US$ 100 dibanding Xbox one yang bakal dipasarkan dengan bandrol US$ 499.

Namun sebuah informasi mengatakan bahwa nyatanya Sony tak mendapatkan keuntungan sepeser pun dari harga penjualan yang ditetapkan tersebut. Bahkan, menurut yang dilansir laman Eurogamer, Selasa (24/9/2013), eksekutif Sony Jepang Masayasu Ito mengaku pihaknya merugi hingga sebesar US$ 60 atau sekitar Rp 620 ribu untuk tiap unit PS4 yang terjual.

Lebih lanjut Ito menjelaskan, pihak Sony sangat optimis kerugian ini tidak akan berpengaruh banyak karena mereka akan meraih keuntungan dari penjualan video game dan biaya berlangganan PlayStation Plus.

Keoptimisan Sony yang disampaikan melalui Ito ini bukannya tanpa alasan. Menurut data yang dimiliki Sony, ongkos pembuatan video game bagi platform konsol game PS4 justru jauh lebih murah dibandingkan PS3, sementara harga jual tetap disamakan, yakni US$ 60. Ini artinya, tiap judul game sudah pasti dapat memberikan keuntungan yang lebih besar.

Kepada Eurogamer, Chief Financial Officer Sony Masaru Kato menjelaskan, rendahnya dana yang dibutuhkan dalam memproduksi sebuah video game di PS4 dapat dilakukan berkat arsitektur game engine yang diusung PS4 kini mirip dengan arsitektur PC. Arsitektur jenis ini ditengarai lebih mudah dikembangkan dan biaya produksinya pun dapat ditekan.

Selain itu, berbagai aksesoris PS4 yang diproduksi dan dirilis secara ekslusif oleh Sony pun dianggap akan menjadi sektor bisnis yang sangat menguntungkan.

Sebagai informasi, pada 15 November 2013 mendatang PS4 akan mulai dipasarkan ke kawasan Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat. Kemudian masuk Eropa daratan dan Inggris Raya pada 29 November. Sementara itu pesaing mereka, Xbox One, baru akan menyusul seminggu kemudian, tepatnya pada 22 November. (dhi/gal)

Beredar Rekaman Pria Aniaya Difabel

Tutup Video