Samsung Galaxy S27 Ultra Bisa Pakai Kamera 200MP, Fitur Lama Ini Ikut Kembali?

Samsung Galaxy S27 Ultra dirumorkan memakai kamera utama 200MP dengan fiitur lama yang akan kembali hadir di lini flagship terbaru tersebut.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Samsung Galaxy S27 Ultra memang masih jauh dari jadwal peluncuran resminya pada awal tahun 2027. Akan tetapi, bocoran tentang HP flagship Samsung ini sudah ramai jadi pembicaraan.

Setelah sebelumnya muncul kabar soal desain modul kamera belakang yang berubah, rumor terkini datang tentang sensor kamera utama Galaxy S27 Ultra.

Kabarnya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut sedang melakukan uji coba sensor kamera utama 200MP dengan fitur aperture variabel. Informasi ini diunggah tipster terkenal Smart Pikachu di akun Weibo miliknya.

Mengutip unggahan Smart Pikachu di Weibo, Selasa (5/5/2026), Samsung tengah menyiapkan kamera utama 200MP untuk Galaxy S27 Ultra, lengkap dengan kemampuan mengubah bukaan lensa secara fisik sesuai kondisi pencahayaan. 

Fitur aperture variable bukan hal baru bagi Samsung. Perusahaan juga pernah memakai teknologi ini di lini Galaxy S10, di mana kamera ponsel dapat menyesuaikan bukaan lensa ketika memotret di kondisi terang atau minim cahaya.

Kembalinya fitur ini di Galaxy S27 Ultra akan menjadi langkah menarik, terutama karena Samsung dalam beberapa tahun terakhir ini lebih banyak mengandalkan sensor besar, pemrosesan gambar, dan kemampuan zoom sebagai nilai jual kamera ultra.

Menariknya, Apple juga rumoronya sedang menyiapkan fitur aperture variabel serupa untuk kamera utama di iPhone 18 Pro series yang akan debut pada September 2026 nanti.

Bocoran lain juga menyebutkan, Galaxy S27 Ultra tidak lagi memakai kamera telephoto 3x. Informasi ini ramai diungkap pertama kali oleh leaker Ice Universe. Ia menyebut, Samsung kemungkinan besar akan menghapus kamera telephoto 3x di Galaxy S27 Ultra.

Selama ini, kamera 3x di Galaxy S Ultra banyak dipakai untuk foto portrait dan zoom jarak jauh. Namun, sensor tersebut kerap mendapat kritik karena ukurannya kecil dan hasil fotonya dinilai belum sekuat kamera utama, khususnya saat dipakai dalam kondisi cahaya rendah. 

Sebagai gantinya, Samsung akan mengandalkan sensor utama 200MP baru untuk mengambil gambar di rentang zoom 3x. SamMobile menyebut, perusahaan asal Korea Selatan itu diyakini percaya diri dengan kemampuan sensor utama baru tersebut.

Dummy Galaxy Z Fold 8 Wide Bocor

HP layar lipat baru Samsung selanjutnya mulai bocor di internet. Setelah mengandalkan format Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, perusahaan dikabarkan sedang menyiapkan satu model baru bernama Galaxy Z Fold 8 Wide. 

Bocoran baru di internet memperlihatkan dummy unit atau prototipe desain dari tiga ponsel layar lipat Samsung tersebut, yakni Galaxy Z Fold 8 Wide, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.

Adapun foto-foto dummy ponsel lipat Samsung itu dibagikan oleh leaker Sonny Dickson lewat platform media sosial (medsos) X, dan langsung mencuri perhatian banyak pihak.

Mengutip SamMobile, Selasa (28/4/2026), Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 terlihat masih memakai desain mirip dengan render sebelumnya. Namun, Galaxy Z Fold 8 Wide paling mencuri perhatian.

Berbeda dari varian reguler Galaxy Z Fold 8, ponsel milik Samsung ini terlihat lebih pendek dan lebih lebar. Disebutkan, HP baru Samsung ini kemungkinan hadir dengan layar lipat berasio 4:3.

Dukung Wireless Charging Qi2?

Hal tersebut sangat menarik, karena rasio tersebut sangat mirip dengan rumor desain iPhone Ultra/Fold yang diprediksi memakai format layar lebih lapang.

Bila benar, raksasa asal Korea Selatan tersebut ingin menawarkan pengalaman layar lipat lebih nyaman untuk membaca, menonton video, multitasking, hingga membuka aplikasi dalam tampilan lebih luas.

Perubahan desain ini sangat penting, karena banyak pengguna HP lipat book-style selama ini merasa layar depan ponsel mereka terlalu ramping dan tidak nyaman untuk mengetik atau pakai aplikasi.

Hal lain yang menarik dari dummy unit tersebut adalah adanya pola lingkaran di bagian belakang ketiga perangkat. Pola ini diduga berkaitan dengan sistem magnet atau coil untuk pengisian daya nirkabel berbasis Qi2.