Sukses

Mark Zuckerberg Minta Maaf dan Ungkap Alasan PHK 11.000 Karyawan Meta

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan induk Facebook, Meta telah memutuskan untuk memberhentikan (PHK) 13 persen karyawan, berjumlah 11.000 orang.

Meta ingin menjadi perusahaan yang lebih ramping dan lebih efisien dengan memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga Q1 2021.

PHK terpaksa dilakukan karena perusahaan terus menghadapi berbagai tantangan terhadap bisnis intinya dan membuat taruhan yang tidak pasti dan mahal untuk beralih ke metaverse.

Hal ini juga terjadi di tengah serentetan PHK di perusahaan teknologi lain dalam beberapa bulan terakhir karena sektor yang berkembang pesat bereaksi terhadap inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga, dan kekhawatiran akan resesi yang membayangi.

Dalam keputusan ini CEO Meta Mark Zuckerberg meminta maaf kepada mereka yang terkena dampak dalam sebuah note yang dikirim ke 47.000 karyawannya untuk memberikan alasan dan langkah ke depan.

"Saya bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya meminta maaf untuk mereka (karyawan) yang terkena dampak," tulis Zuckerberg dalam postingannya.

Mark Zuckerberg menambahkan, perusahaan memiliki dua alasan kuat dalam membuat putusan yang berat ini.

“Kami membuat semua perubahan ini karena dua alasan: prospek pendapatan kami lebih rendah dari yang kami harapkan pada awal tahun ini, dan kami ingin memastikan kami beroperasi secara efisien di Family of Apps dan Reality Labs," ungkap Zuck, sebagaimana dikutip dari Livemint, Kamis (10/11/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Ungkapan Emosional

"Ini adalah saat yang menyedihkan, dan tidak ada jalan lain untuk itu. Kepada mereka yang pergi, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas semua kontribusi Anda selama ini," ucapnya dengan emosional.

"Untuk mereka yang masih di sini, saya tahu ini adalah waktu yang sulit bagi Anda juga. Kami tidak hanya mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang telah bekerja sama dengan kami, tetapi banyak dari Anda juga merasakan ketidakpastian tentang masa depan," lanjutnya.

"Saya ingin Anda tahu bahwa kami membuat keputusan ini untuk memastikan masa depan kami kuat. Saya meyakini kita sangat diremehkan sebagai perusahaan saat ini. Miliaran orang menggunakan layanan kami untuk terhubung, dan komunitas kami terus berkembang," sambung Zuck.

Di samping itu, Zuck menuturkan bahwa bisnis inti perusahaan adalah salah satu yang paling menguntungkan yang pernah dibangun dengan potensi besar di masa depan.

Ia mengklaim perusahaan menjadi yang paling terdepan dalam mengembangkan teknologi untuk menentukan masa depan koneksi sosial dan platform komputasi berikutnya.

"Kami melakukan pekerjaan yang penting secara historis. Saya yakin bahwa jika kita bekerja secara efisien, kita akan keluar dari penurunan ini dengan lebih kuat dan lebih tangguh dari sebelumnya," Zuck memungkaskan.

3 dari 5 halaman

Kompensasi Bagi Karyawan yang Kena PHK

Dia juga mengatakan bahwa perusahaan akan membayar 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun layanan tanpa batasan untuk semua karyawan yang terkena dampak.

Perusahaan juga akan menyediakan “spesialis imigrasi khusus” bagi mereka yang bekerja untuk Meta dengan visa dan kemungkinan akan terkena dampak kehilangan pekerjaan.

Meta bahkan akan menanggung biaya kesehatan untuk karyawan beserta keluarga selama enam bulan. Karyawan yang terkena dampak juga akan menerima saham mereka yang ditetapkan pada 15 November.

Perusahaan juga berencana untuk memberikan dukungan karir selama tiga bulan dengan vendor eksternal, termasuk akses awal ke prospek pekerjaan yang tidak dipublikasikan.

Selain PHK, Meta akan mengurangi ruang kantor, menurunkan pengeluaran diskresioner, dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga Q1 2023 untuk menekan pengeluaran. 

4 dari 5 halaman

Meta Facebook PHK 11.000 Karyawan

Perusahaan induk Facebook, Meta, telah memberhentikan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 11.000 karyawan. Ini merupakan PHK paling signifikan dalam sejarah raksasa teknologi itu.

"Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang telah kami buat dalam sejarah Meta," tulis CEO Meta Mark Zuckerberg dalam posting blog kepada karyawan, sebagaimana dikutip dari CNN Global, Kamis (10/11/2022).

“Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 13 persen dan melepaskan lebih dari 11.000 karyawan berbakat kami,” Mark Zuckerberg menambahkan.

PHK akan berdampak pada banyak sektor perusahaan, dan tim HR Meta akan sangat terpukul karena perusahaan akan menyetop perekrutan karyawan baru.

"kami berencana untuk mempekerjakan lebih sedikit orang tahun depan," kata Zuckerberg dalam posting tersebut.

Dia menambahkan bahwa pembekuan perekrutan akan diperpanjang hingga kuartal pertama, dengan beberapa pengecualian.

Pada September 2022, Meta tercatat memiliki jumlah karyawan lebih dari 87.000 orang.

Bisnis penjualan iklan inti Meta terpukul oleh perubahan privasi yang diterapkan Apple, pengiklan memperketat anggaran, dan bersaing dengan kompetitor baru seperti TikTok.

Sementara itu, Meta telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun versi internet masa depan ( metaverse), yang kemungkinan masih bertahun-tahun lagi untuk diterima di pasar secara luas.

Bulan lalu, perusahaan membukukan penurunan pendapatan kuartalan kedua dan mengatakan bahwa labanya dipotong setengah dari tahun sebelumnya. Setelah bernilai lebih dari US$ 1 triliun tahun lalu, nilai pasar Meta sejak saat itu turun menjadi sekitar US$ 250 miliar.

"Saya bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya meminta maaf untuk mereka (karyawan) yang terkena dampak," tulis Zuckerberg dalam postingannya.

5 dari 5 halaman

Infografis Google dan Facebook (Liputan6.com/Abdillah)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS