Harga Perak Antam 18 Juli 2026 Menguat Rp 200

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada Sabtu, (18/7/2026) usai alami koreksi tajam.

Diterbitkan 18 Juli 2026, 11:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menguat pada Sabtu, (18/7/2026). Kenaikan harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia.

Mengutip laman logam mulia, harga perak Antam hari ini naik Rp 200 menjadi Rp 37.900. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam ditetapkan Rp 37.700.

Sementara itu, harga perak dunia menguat hampir 1%. Mengutip data tradingeconomics.com, harga perak dunia bertambah 0,73% menjadi US$ 55,90.

Harga perak dunia bergejolak di kisaran US$ 55,5 per ons pada Jumat pekan ini, level terendah sejak akhir November 2025. Gejolak harga perak di tengah kenaikan harga minyak sehingga memicu kekhawatiran inflasi. Selain itu, memperkuat harapan the Federal Reserve (the Fed) akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran melancarkan serangan baru terhadap fasilitas AS di Timur Tengah, menyusul serangan AS selama enam malam berturut-turut terhadap target militer Iran yang terus mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz.

Tekanan semakin meningkat ketika Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menyerukan kenaikan suku bunga, sementara Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson menuturkan, akan mendukung kebijakan yang lebih ketat jika inflasi gagal menunjukkan perbaikan dalam waktu dekat.

Pasar sekarang memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga pada September sekitar 50%. Sementara itu, data yang dirilis selama pekan ini menunjukkan harga konsumen dan produsen AS keduanya menurun pada Juni, sebagian besar mencerminkan biaya energi yang lebih rendah, sementara harga impor secara tak terduga meningkat.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas alami koreksi mingguan terbesar dalam enam minggu pada Jumat, 17 Juli 2026 waktu setempat. Tekanan terhadap harga emas itu seiring meningkatnya konflik Amerika Serikat (AS)-Iran sehingga menekan harga minyak, menambah tekanan inflasi dan memperkuat potensi kenaikan suku bunga AS.

Mengutip CNBC, Sabtu (18/7/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.015,09 per ons, setelah menyentuh titik terendah sejak 1 Juli. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,7% menjadi US$ 4.018,80.

Logam mulia telah merosot 3% pada pekan ini, dan merupakan penurunan terbesar sejak 1 Juni 2026. Hal ini di tengah konflik Timur Tengah mengalahkan dukungan dari inflasi AS Juni yang lebih rendah yang dirilis pekan ini.

“Emas mulai bergerak naik hari ini setelah harga logam tersebut turun di bawah US$ 4.000 menarik minat pembeli,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

Waterer menuturkan, risiko geopolitik di Timur Tengah masih ada. Kekhawatiran inflasi dan imbal hasil menjadi kekuatan dominan yang menahan harga emas.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Harga minyak telah naik sekitar 12% pekan ini karena konflik AS-Iran yang meningkat menimbulkan kekhawatiran pasokan.

Lonjakan harga minyak berisiko memicu kembali kekhawatiran inflasi, dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya kesulitan dalam lingkungan suku bunga tinggi. Hal ini karena investor cenderung beralih ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menjadi kolega baru Ketua Fed Kevin Warsh pertama yang secara terbuka menyerukan kenaikan suku bunga.

Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson, juga mengisyaratkan terbuka untuk menaikkan suku bunga jika tidak ada perbaikan inflasi dalam waktu dekat.

Para pedagang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 73% pada Desember, menurut CME FedWatch Tool.

Diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam satu bulan pekan ini karena harapan akan harga yang lebih rendah membuat pembeli tetap waspada, sementara premi di China sebagian besar tetap stabil.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6