Sukses

Cara Daftar Aplikasi MyPertamina, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui PT Pertamina akan menerapkan sistem pembelian untuk Pertalite. Jadi, para pengguna kendaraan harus melakukan pendaftaran terlebih dulu melalui MyPertamina untuk bisa membeli BBM subsidi tersebut.

Kendati demikian, menurut Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, pembelian Pertalite bisa dilakukan tanpa melalui aplikasi MyPertamina. Asalkan, konsumen sudah mendaftar dan mendapatkan kode QR khusus, mereka tetap bisa melakukan pembelian.

Kode QR khusus itu sendiri merupakan tanda bahwa seseorang konsumen dapat membeli Pertalite. Sebab, nantinya kode QR khusus akan dicocokkan terlebih dulu datanya di SPBU.

Meski tidak perlu membutuhkan aplikasi MyPertamina saat membeli Pertalite, aplikasi ini sebenarnya sudah dapat digunakan untuk membeli BBM di SPBU Pertamina.

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan membeli BBM melalui aplikasi ini, seperti pembayaran elektronik memakai LinkAja, mendapatkan poin setiap pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex di SPBU terdaftar.

Nantinya, poin tersebut dapat ditukarkan dengan beberapa reward dan promo dari MyPertamina? Lantas, seperti apa cara mendaftar di aplikasi MyPertamina? Simak langkah-langkahnya berikut ini:

  1. Unduh aplikasi MyPertama di Google Play Store atau App Store
  2. Buka aplikasi dan pilih opsi DaftarLalu, daftarkan diri dengan mengisi Nama Lengkap, Nomor Telepon, termasuk PIN 6 Digit
  3. Setelahnya, aplikasi akan mengirimkan kode SMS OTP ke nomor yang didaftarkan
  4. Lalu, masukkan nomor OTP untuk melakukan verifikasi
  5. Jika sudah bisa melakukan login, pengguna tinggal menghubungkan metode pembayaran yang ingin digunakan
  6. Ada beberapa pilihan yang disediakan, seperti LinkAja atau mendaftarkan kartu debet dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina Tak Perlu Bawa HP, Simak Caranya

Untuk diketahui, Pemerintah melalui PT Pertamina akan melakukan uji coba pendaftaran pembelian BBM subsidi pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina lewat webiste https://subsiditepat.mypertamina.id/ mulai 1 Juli 2022.

Pada tahap 1, ada 11 kota dan kabupaten di 5 provinsi yang akan diterapkan uji coba pembelian pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina ini.

Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Propinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Lantas apakah saat membeli BBM Pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina, masyarakat harus membawa ponsel atau handphone (HP)?

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan, mulai 1 Juli 2022 akan dilakukan pendataan bagi pemilik kendaraan roda empat melalui laman subsiditepat.mypertamina.id sebagai website untuk pendaftaran masyarakat.

"Masyarakat tidak perlu khawatir apabila belum mengunduh aplikasi MyPertamina, karena untuk registrasi cukup melakukan pendaftaran di website subsiditepat.mypertamina.id tersebut,” ujarnya.

Ia pun menerangkan jika kendaraan dan identitas masyarakat sudah terkonfirmasi dan terdaftar, kemudian pengguna tersebut akan mendapatkan QR Code Unik yang dapat digunakan melalui aplikasi MyPertamina.

QR Code tersebut bisa di print, sehingga tidak perlu perlu khawatir jika tidak membawa ponsel saat membeli BBM Pertalite.

Atau jika terbiasa menggunakan ponsel, maka QR Code tersebut bisa disimpan di galeri HP masing-masing. Nantinya QR Code tersebut nantinya akan dicocokan datanya di SPBU sebelum Pertamina melayani transaksi Pertalite dan Solar.

“Jadi untuk pembayaranpun, masih sama dengan transaksi seperti biasa. Masyarakat memiliki banyak opsi, mulai dari pembayaran tunai (uang cash), kartu kredit/debit, ataupun pilihan non tunai lainnya, tidak terbatas hanya menggunakan MyPertamina,” tambah Eko

Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penyaluran Pertalite dan Solar subsidi menggunakan sistem MyPertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 serta sosial media resmi @ptpertaminapatraniaga dan @mypertamina.

 

3 dari 3 halaman

Inilah 11 Kota Kabupaten Masuk Tahap I Uji Coba Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Sebelumnya, Pemerintah melalui PT Pertamina akan melakukan uji coba pendaftaran pembelian BBM subsidi pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina lewat webiste https://subsiditepat.mypertamina.id/ mulai 1 Juli 2022.

Pada tahap 1, ada 11 kota dan kabupaten di 5 provinsi yang akan diterapkan uji coba pembelian pertalite dan solar melalui sistem MyPertamina ini.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan jika saat ini Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini.

"Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Propinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta,"ujar dia, seperti dikutip Selasa (28/6/2022).

Dia mengatakan jika Pertamina menyiapkan website MyPertamina di https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022.

"Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” lanjut Alfian.

Mengutip laman https://subsiditepat.mypertamina.id/,  berikut ke-11 wilayah itu yakni:

1. Kota Bukit Tinggi

2. Kabupaten Agam

3. Kota Padang Panjang

4. Kabupaten Tanah Datar

5. Kota Banjarmasin

6. Kota Bandung

7. Kota Tasikmalaya

8. Kabupaten Ciamis

9. Kota Manado

10. Kota Yogyakarta

11. Kota Sukabumi

"Untuk kelancaran pendaftaran, kami menghimbau agar pendaftar adalah konsumen yang berada di wilayah implementasi tahap 1 atau yang sering berpergian ke lokasi tahap 1," mengutip penjelasan Pertamina di website MyPertamina.

(Dam/Tin)