Sukses

Microsoft Bakal Blokir Player dari Server Privat Minecraft

Liputan6.com, Jakarta - Player game Minecraft yang sering bermain di server privat sepertinya harus berhati-hati main di server privat, terlebih dengan akan digulirkannya update versi 1.19.1.

Dilansir Ars Technica, Senin (27/6/2022), Microsoft akan memperkenalkan kemampuan untuk memblokir akses pemain bermain online--termasuk server privat milik player lainnya--lewat pembaruan Minecraft Java Edition 1.19.1.

"Pemain yang diblokir tidak bisa bermain game di server, bergabung dengan Realms, menjadi host atau bergabung dengan game multiplayer, hingga menggunakan marketplace," tulis Microsoft.

Tak hanya itu, Microsoft juga dapat memblokir akses pemain ke Minecraft Earth. Pemain Xbox tidak akan bisa lagi mengakses dunia mereka.

Namun, ada beberapa inkonsistensi dalam panduan Microsoft untuk pemain yang diblokr. Karena perusahaan juga menyebutkan, pemblokiran hanya berlaku untuk Minecraft edisi non-Java.

Akan tetapi, kebijakan baru tersebut sepertinya dibuat untuk juga merambah ke kedua versi game Minecraft dengan pembaruan 1.19.1.

"Seiring dengan dukungan untuk melaporkan obrolan," kata perusahaan, "pemain yang dilaporkan karena pelangganran T&C dapat diblokir bermain online dan Realms setelah ditinjau moderator."

Informasi, Realms adalah server Minecraft berbasis cloud yang dijalankan oleh Microsoft, bukan oleh pemain individu.

Microsoft mengatakan mereka mengharapkan untuk merilis versi 1.19.1 dari Minecraft Java Edition pada 28 Juni.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pemain Minecraft Jadi Incaran Penjahat Siber

Minecraft. (Doc: Microsoft)

Kondisi lockdown akibat pandemi membuat pertumbuhan yang pesat untuk game. Bagaimana tidak, jumlah pemain game makin banyak dengan durasi permainan yang juga meningkat signifikan.

Meski dunia lebih aman dari pandemi pada tahun 2021 ini, permintaan akan game tetap ada. Nilai industri game ditaksir mencapai USD 175,5 miliar pada akhir 2021.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri game, Kaspersky menganalisis serangan dengan malware dan software berbahaya lain yang menyamar sebagai 24 game PC dan 10 game ponsel terpopuler 2021.

Hasilnya, ancaman siber yang menyerang game melonjak seiring masa lockdown di kuartal 2 (Q2) 2020. Kaspersky mendeteksi terdapat 2,48 juta ancaman siber terkait game pada Q2 2020.

Dikutip dari rilis Kaspersky, Rabu (1/9/2021), jumlah ini meningkat 66 persen dibanding kuartal 1 2020, yakni 1,48 juta serangan.

Namun pada 2021, jumlah serangan dan pengguna terinfeksi menurun menjadi 636.904 serangan pada kuartal kedua 2021.

Pada awal pandemi, jumlah pengguna game mobile yang terpengaruh naik 185 persen, dari 1.138 pengguna (Februari 2020) menjadi 3.253 pengguna (Maret 2020). Namun terjadi penurunan serangan pada kuartal kedua 2020 dibandingkan kuartal kedua 2021.

 

3 dari 4 halaman

Game Paling Banyak Dimanfaatkan

Game Minecraft (ist.)

Minecraft menjadi game kategori PC dan seluler yang paling sering dimanfaatkan untuk menyamarkan software dan malware berbahaya lainnya.

Hal ini tidak lepas dari banyaknya software modifikasi tambahan yang bisa dipasang di game Minecraft untuk meningkatkan pengalaman. Biasanya mod yang dibuat tidak resmi sehingga penjahat siber bisa mudah menyelipkan muatan atau software berbahaya.

Dari Juni 2020-Juni 2021, 36.336 file disamarkan sebagai Minecraft dan 184.887 PC telah terdampak, serta mengakibatkan 3 juta percobaan infeksi.

Judul lain yang juga sering disamarkan dan disusupi malware adalah The Sims 4 (terdeteksi 1,2 juta kali), PUBG (terdeteksi 484 ribu kali), Fortnite (terdeteksi 267 ribu kali), dan Grand Theft Auto V (terdeteksi 187 ribu kali).

 

4 dari 4 halaman

Perkembangan Kripto Turut Ikut Andil

Ilustrasi Keamanan Siber, Kejahatan Siber, Malware. Kredit: Elchinator via Pixabay

Peneliti Keamanan Kaspersky Anton V. Invanov mengatakan, makin banyak pengguna menghadapi ancaman yang disamarkan sebagai game.

"Dua cara populer menyebarkan ancaman adalah halaman phishing yang menargetkan pengguna game dan cara kedua adalah situs warez, yakni kampanye terkoordinasi yang mendistribusikan penetes berbahaya melalui situs tersebut," kata Invanov.

Ia menambahkan, seiring perkembangan fitur dan mata uang kripto dalam game, industri game jadi lebih menarik bagi pelaku kejahatan siber.

"Risiko terburuk mengenai ancaman terkait game adalah hilangnya kredensial akun, baik itu detail login ke akun game hingga aplikasi perbankan atau mata uang kripto," katanya.

(Ysl/Isk)