Sukses

Tokopedia Tawarkan Layanan Asuransi Covid-19 dengan Premi Terjangkau

Liputan6.com, Jakarta - Tokopedia baru saja meluncurkan produk asuransi kesehatan terbaru yang diberi nama Proteksi Covid-19. Sesuai namanya, produk ini hadir untuk mempermudah masyarakat mendapatkan perlindungan lebih dari risiko Covid-19 dan kecelekaaan dengan premi sangat terjangkau.

Head of Investment & Insurance Tokopedia , Marissa Dewie, menuturkan proses klaim asuransi in sangat mudah dan cepat. Sebab, semuanya bisa dilakukan secara online.

"Masyarakat bisa mendapat kompensasi hanya dengan menyertakan hasil PCR keterangan positif Covid-19. Masa tunggunya pun hanya tujuh hari," tutur Marissa dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (13/4/2021).

Proteksi Covid-19 di Tokopedia ini hadir dengan tiga layanan berbeda yang dapat dipilih sesuai kebutuhan konsumen. Ada tipe Basic dengan premi sebesar Rp 10.000 dan memiliki pertanggungan mencapai Rp 1 juta untuk pelanggan yang terdiagnosa positif Covid-19 dan Rp 5 juta jika meninggal.

Lalu ada tipe Standar dengan biaya premi yang dibayarkan Rp 19.000. Untuk tipe ini, pengguna Tokopedia yang terjangkit Covid-19 akan mendapatkan pertanggungan Rp 1,2 juta dan Rp 6 juta apabila meninggal.

Sementara untuk tipe Premium, pelanggan akan diminta biaya premi senilai Rp 25.000. Adapun nilai pertanggungannya mencapai Rp 1,2 juta apabila diketahui positif Covid-19 dan santunan hingga Rp 12 juta jika meninggal.

"Cukup dengan mengakses Proteksi Covid-19 lewat kolom pencarian Tokopedia. Kemudian pilih tipe plan asuransi yang dibutuhkan dan mengisi data diri pada halaman formulir pendaftaran," tutur Marissa.

Pembayaran asuransi ini dapat dilakukan dengan lebih dari 50 metode pembayaran di Tokopedia. Marisss pun mengatakan Tokopedia akan terus menambahkan inovasi digital lain di Produk Asuransi untuk memperluas akses ke lebih banyak masyarakat terhadap kebutuhan kesehatan.

2 dari 3 halaman

Tokopedia dan Pegiat Usaha Sepatu Kolaborasi Dukung UMKM Lokal

Sebelumnya, Tokopedia dan pegiat usaha sepatu lokal lakukan kolaborasi untuk mendukung perkembangan UMKM khususnya sepatu. Hal itu diterapkan lewat gerakan bertajuk Bersebelas #MelangkahBareng.

Sedikitnya ada 10 pegiat usaha lokal yang salah satunya adalah merek sepatu lokal ternama, Never Too Lavish.

Senior Lead Fashion di Tokopedia, Aldhy Darmayo, mengatakan gerakan ini dapat membuka kesempatan bisnis di tengah pandemi.

“Upaya bersama ini ditujukan untuk mendukung para pegiat UMKM sepatu lokal mempertahankan bisnis dan lapangan pekerjaan di tengah pandemi sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat memakai produk dalam negeri,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tekno Liputan6.

Kolaborasi ini juga berdasarkan pada antusiasme masyarakat dalam memenuhi kebutuhan fesyen secara online. Aldhy menambahkan, di Tokopedia ada peningkatan transaksi yang cukup signifikan.

“Ada peningkatan transaksi pada kategori Fashion di Tokopedia yang mencapai hampir dua kali lipat selama Desember 2020 jika dibandingkan dengan periode awal pandemi pada 2020. Transaksi produk sepatu juga meningkat hampir dua kali lipat,” tutur Aldhy.

Sementara itu, pendiri NTL, Bernhard Suryaningrat menyampaikan gerakan kolaborasi ini merupakan wujud dukungan terhadap sesama pelaku industri lokal.

“Dengan pemanfaatan platform digital seperti Tokopedia, industri sepatu lokal diharapkan bisa lebih maju bahkan di tengah pandemi,” katanya.

Pada kampanye ini, Tokopedia bersama NTL berkolaborasi dengan 10 merek sepatu lokal lainnya, yaitu Patrobas, Pijakbumi, Fuse Concept, Nokha, Seji, Exodos, Ortuseight, FYC, Rafheoo, dan Brodo.

“Setiap bulan, kami akan merilis produk hasil kolaborasi bertajuk ‘Bersebelas Series’ yang bisa didapatkan masyarakat secara eksklusif di Tokopedia,” tambah pria yang akrab disapa Abeng tersebut.

3 dari 3 halaman

Apresiasi Kreator Konten

Di sisi lain, Content Creator dan Pecinta Sepatu, Denis Juherman mengapresiasi kolaborasi ini.

Dia menilai, selama pandemi, banyak industri lokal yang menawarkan kreativitas dan kualitas yang tak kalah dari produk luar.

“Harapannya, melalui kolaborasi ini, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan memakai produk Indonesia,” ujar Denis.

Sebagai informasi, Tokopedia mencatatkan peningkatan transaksi salah satu pegiat usaha lokal, Nokha, mencapai hampir 250 persen. Contoh lain, Brodo, mencatatkan peningkatan transaksi hampir 5,5 kali lipat.

Aldhy berharap akan semakin banyak pihak yang lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, terus berkontribusi memulihkan ekonomi. Mengingat UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pendapatan negara.

“Sudah waktunya kita menjunjung lebih tinggi rasa bangga buatan Indonesia, sebuah kebiasaan yang dapat mendorong para UMKM bisa meraja di negeri sendiri, demi membawa perekonomian nasional yang lebih mandiri,” kata dia memungkas pernyataannya.

(Dam/Ysl)