7 Kecamatan di Jakarta Masuk Zona Rawan Longsor, Cek Daftarnya

BPBD ungkap wilayah berpotensi longsor saat hujan di atas normal.

Diterbitkan 15 Juli 2026, 05:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BPBD DKI Jakarta mengidentifikasi tujuh kecamatan berpotensi tanah longsor.
  • Wilayah tersebut berada di zona menengah potensi gerakan tanah menurut PVMBG.
  • Masyarakat diimbau waspada potensi gerakan tanah saat curah hujan tinggi.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan ada tujuh kecamatan yang memiliki potensi tanah longsor, masyarakat pun diimbau untuk mengantisipasinya.

BPDB DKI Jakarta menyebutkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan, zona menengah merupakan daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sementara pada zona tinggi, daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah, dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," dikutip dari situs BPBD DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).

 

 

Daftar Wilayah Berpotensi

Beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di zona menengah, yaitu, kota Administrasi Jakarta Selatan, meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

Untuk wilayah berikutnya berada di Kota Administrasi Jakarta Timur, meliputi wilayah Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo.

"Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tutup informasi tersebut.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6