Sukses

Waspada, Aksi Pembajakan Akun WhatsApp Kembali Marak Terjadi

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp kembali menjadi target penjahat siber untuk melancarkan aksi mereka kepada lebih dari dua miliar pengguna aplikasi milik Facebook itu.

Cara yang dilakukan oleh penjahat siber pun terbilang sudah cukup dikenal oleh banyak pengguna WhatsApp, dimana pelaku dapat meng-hack akun pengguna dengan metode penipuan pesan OTP (one time password).

Sejumlah pengguna pun mulai ramai melaporkan di berbagai platform media sosial, tentang akun WhatsApp mereka telah diambil alih oleh hacker.

Saking banyaknya laporan, Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) pun mengeluarkan peringatan kepada pengguna WhatsApp agar selalu waspada dengan berbagai cara pelaku kejahatan beraksi.

Salah satu cara yang dipakai oleh hacker adalah menyamarkan diri sebagai individu (pura-pura menjadi teman lama atau anggota keluarga) atau tempat usaha yang mengklaim telah salah memasukkan nomor telepon saat bertransaksi online.

Padahal, ini merupakan cara pelaku kejahatan untuk meminta kode otorisasi atau OTP kepada korban yang tidak sadar akun WhatsApp akan diambil alih oleh hacker.

"Pesan SMS berisikan kode enam digit OTP yang diterima oleh korban tersebut merupakan tanda awal pelaku kejahatan sedang berusaha mengubah nomor telepon terkait dengan akun korban," tulis laporan Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC), Senin (25/1/2021).

Bagi pengguna yang awam, taktik ini dapat menyesatkan korban dengan berpikir mereka akan mengirimkan TAC (kode otorisasi transaksi) yang tidak terkait kepada penipu.

Padahal, sebenarnya mereka telah menyerakan kode OTP akun WhatsApp mereka sendiri kepada pelaku kejahatan.

 

2 dari 3 halaman

Menyamar Jadi Tim Teknis WhatsApp

Ilustrasi cara kunci WhatsApp (Sumber:Pixabay)

Sebelumnya, penipu menyamar jadi tim teknis WhatsApp. Mereka memakai logo resmi WhatsApp sebagai foto profil agar bisa mengelabui pengguna. Demikian dikutip dari Live Mint, Sabtu (30/5/2020).

Dengan adanya modus baru ini, para pengguna disarankan untuk tidak menggubris setiap pesan dari siapapun yang meminta password atau kode OTP.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh WABetaInfo yang mendapatkan pertanyaan dari pengguna mengenai pesan mencurigakan dari orang yang mengaku dari pihak WhatsApp.

 

3 dari 3 halaman

Kode OTP WhatsApp

Ilustrasi WhatsApp. Kredit: Webster2703 via Pixabay

Perlu diketahui, tiap kali seorang pengguna mendaftarkan perangkat baru, mereka harus memasukkan kode OTP agar bisa memakai layanan WhatsApp.

Proses verifikasi ini ternyata dimanfaatkan oleh penipu untuk bisa mengelabui pengguna.

WABetaInfo mengklaim, WhatsApp jarang sekali menggunakan akun resmi untuk menyampaikan pesan. Nila WhatsApp benar mengirimkan pesan, makan akan dikirimkan dari akun terverifikasi.

Akun terverifikasi sendiri bisa dilihat dari centang hijau di samping nama akun.

(Ysl/Why)

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK