Sukses

Parfum dengan Aroma Luar Angkasa Siap Mengudara

Liputan6.com, Jakarta - Luar angkasa mungkin menjadi salah satu wilayah paling asing bagi manusia, mulai dari suasana hingga baunya. Oleh sebab itu, sejak satu dekade lalu, NASA mengembangkan sebuah formula yang diberi nama wewangian luar angkasa.

Dengan wewangian ini, NASA melatih para astronot beradaptasi dengan kemungkinan bau yang mereka rasakan di luar angkasa. Kendati demikian, racikan tersebut sifatnya rahasia dan menjadi bagian dari internal NASA saja.

Namun baru-baru ini, sebuah proyek yang diunggah di Kickstarter berencana mengembangkan parfum yang didasarkan pada racikan tersebut. Dikutip dari USA Today, Senin (6/7/2020), parfum ini akan diberi nama Eau de Space.

Berdasarkan informasi dari lama Kickstarter, kampanye ini dibuat oleh Matt Richmond yang menjabat sebagai Product Manager. Adapun proses pengembangan [parfum ](https://www.liputan6.com/otomotif/read/4295320/parfum-bisa-gantikan-peran-bensin-ini-buktinya "")ini melibatkan mantan karyawan NASA yang terlibat dalam pembuat wewangian luar angkasa tersebut.

Menurut Matt, tim pengembangan Eau de Space ini terdiri dari berbagai bidang, seperti fashion, teknologi, desain, hingga logistik.

Nantinya, parfum yang dikembangkan ini akan diberikan sebagai donasi untuk mendukung pembelajaran STEM (Science Techonology Engineering Mathematics).

Dengan kata lain, partisipan dalam kampanye ini dapat sekaligus berdonasi dengan membeli Eau de Space. Bentuk donasi atau pembelian awal perfum ini dimulai dari USD 15 (Rp 217 ribu).

Berdasarkan pantauan terakhir, dana yang dikumpulkan untuk perfum ini sudah mencapai USD 322 ribu (Rp 4 miliar). Padahal target yang dicanangkan dalam proyek ini adalah USD 1.969 (Rp 28 juta).

Rencananya, [parfum ](https://www.liputan6.com/otomotif/read/4295320/parfum-bisa-gantikan-peran-bensin-ini-buktinya "")ini akan mulai dikirimkan ke seluruh dunia pada Oktober 2020. Bagaimana, kamu tertarik menjajal bau luar angkasa?

2 dari 3 halaman

409 Proposal Terpilih Ikuti Seleksi untuk Investasi Total Rp 750 Triliun dari NASA

NASA telah memilih 409 proposal teknologi dari perusahaan-perusahaan kecil di AS untuk mengikuti seleksi fase pertama pendanaan dari program bertajuk Small Business Innovation Research (SBIR) dan Small Business Technology Transfer (STTR).

Perbedaan antara SBIR dan STTR adalah target penerimanya. SBIR diperuntukkan bagi pelaku bisnis kecil, sementara STTR difokuskan pada bisnis kecil yang bermitra dengan lembaga penelitian nirlaba.

Lembaga antariksa AS itu menyediakan dana sekitar USD 51 juta sekitar Rp 740 triliun untuk 312 perusahaan. Mereka tersebar di 44 negara bagian dan di Washington, D.C.

"NASA bergantung pada usaha kecil Amerika untuk pengembangan teknologi inovatif yang membantu kami mewujudkan berbagai misi kami," kata Jim Reuter, Associate Administrator untuk Space Technology Mission Directorate dikutip dari keterangan resminya, Kamis (1/7/2020).

3 dari 3 halaman

27 Persen perusahaan dari Kelompok Minoritas dan Perempuan

"Entah itu mendaratkan astronot Artemis di Bulan, mengirim Rovers ke Mars, atau mengembangkan pesawat generasi berikutnya, mitra bisnis kecil kami memainkan peran penting," ujar Jim.

Untuk fase 1, ada lebih dari 100 perusahaan terpilih yang akan menjadi penerima kontrak dari program SBIR atau STTR. Selain itu, 27 persen dari perusahaan terpilih antara lain berasal dari kelompok minoritas dan perusahaan milik pebisnis perempuan.

Pada pemilihan fase 1 mereka akan menerima investasi hingga USD 125 ribu atau sekitar Rp 1,8 miliar.

(Dam/Isk)