Sukses

SpaceX Sukses Terbangkan Dua Astronaut NASA ke Luar Angkasa

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan transportasi luar angkasa, SpaceX, sukses meluncurkan dua astronaut NASA ke luar angkasa. Mereka adalah Doug Hurley dan Bob Behnken.

Roket Falcon 9 besutan SpaceX mengorbit dari Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Mengutip laman The Guardian, Minggu (31/5/2020), peluncuran roket Falcon 9 dan kapsul Crew Dragon dari Kennedy Space Center Florida ke International Space Station (ISS) menandai pertama kalinya sejak 2011, manusia telah meluncur ke orbit dari tanah AS.

Doug Hurley dan Bob Behnken menuju ke ISS dalam perjalanan selama 19 jam. Roket Falcon 9 lepas landas di tempat yang sama, saat NASA terakhir kali membawa astronaut ke antariksa pada 2011.

"Ini semua adalah hal paling murni yang ditawarkan AS," kata Administrator NASA Jim Bridenstine kepada Forbes setelah peluncuran.

"Saat ini adalah masa yang sangat sulit. Tapi saya berharap saat ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk merenungkan kemanusiaan dan apa yang bisa kita lakukan ketika kita bekerja bersama," sambung Bridenstine.

 

2 dari 5 halaman

Sempat Tertunda

Misi ini seharusnya berlangsung beberapa hari lalu, namun tertunda karena cuaca buruk. Faktor cuaca ini bahkan sempat membayangi jadwal peluncuran berikutnya, namun akhirnya diputuskan untuk berjalan.

"Ini adalah momen besar, di mana sudah 9 tahun sejak kami punya kesempatan besar seperti ini," kata Bridenstin menambahkan.

Sementara co-commander NASA Doug Hurley mengucapkan terima kasih atas keberhasilan SpaceX dalam misi ini.

"Terima kasih atas tumpangan manusia pertama untuk Falcon 9," kata Hurley dari dek penerbangan setelah Dragon mencapai orbit.

"Itu luar biasa ... menghargai semua kerja keras dan terima kasih atas perjalanan luar biasa ke ruang angkasa," tambahnya. 

3 dari 5 halaman

Roket Starship Milik SpaceX Meledak Saat Uji Coba

Sebelumnya, prototipe roket keempat milik SpaceX, Starship, meledak saat uji coba di fasilitas peluncuran roket di selatan Texas, Amerika Serikat.

Tak lama setelah SpaceX menyalakan mesin pada roket uji, bola api besar melalap kendaraan tersebut.

Akibatnya, sangat sedikit hardware yang masih berdiri bahkan ledakan ini disebut-sebut membuat kerusakan pada lokasi uji. Demikian sebagaimana dikutip dari The Verge, Sabtu (30/5/2020).

Kegagalan uji coba ini hanya sehari sebelum SpaceX dijadwalkan melakukan peluncuran untuk NASA.

Rencananya, NASA akan menerbangkan dua astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional. Meski begitu, kegagalan uji luncur roket Starship ini tidak terkait dengan proyek peluncuran roket NASA.

Rencananya, misi peluncuran bersejarah NASA dengan roket SpaceX akan dilakukan di Cape Canaveral, Florida, menggunakan Falcon 9 milik perusahaan Musk. Roket Falcon 9 sendiri telah terbang lebih dari 100 kali sebelumnya.

4 dari 5 halaman

Tunda Pengembangan Roket Starship

CEO SpaceX Elon Musk menyebut, SpaceX berencana untuk menunda pengembangan Starship selagi perusahaan fokus pada penerbangan dengan awak pertamanya.

"Saya telah menggeser prioritas SpaceX untuk lebih fokus pada peluncuran dengan awak. Dengan begitu, pengembangan Starship akan lebih lambat," kata Elon Musk.

Perlu diketahui, prototipe roket yang meledak itu dimaksudkan untuk menguji desain Starship untuk masa depan SpaceX.

5 dari 5 halaman

Bukan Kegagalan Pertama

Tujuannya adalah di kemudian hari, perusahaan ini bisa mengirim orang ke luar angkasa, misalnya ke bulan dan Mars.

SpaceX sendiri telah membangun sejumlah versi uji Starship di fasilitas kerja perusahaan, termasuk di Boca Chica, Texas.

Meledaknya roket pada uji coba ini menambah deretan kegagalan prototipe Starship. SpaceX sebelumnya sudah kehilangan tiga roketnya ketika tes tekanan baik karena kendaraan meledak maupun terbakar.

(Isk/Why)