Sukses

Facebook Akuisisi Studio Pembuat Gim The Order: 1886

Liputan6.com, Jakarta - Setelah bermitra dengan Microsoft, Facebook kembali menunjukkan komitmennya untuk melebarkan bisnis mereka di industri gim.

Hal tersebut ditunjukkan oleh perusahaan bentukan Mark Zuckerberg dengan mengakuisisi sejumlah studio pembuat gim ternama di dunia.

Salah satu studio gim yang baru saja diakuisisi oleh Facebook adalah Ready at Dawn, kreator dibalik gim eksklusif PS4 berjudul The Order: 1886, sebagaimana dikutip dari IGN, Rabu (24/6/2020).

"Hampir 17 tahun lalu, kami memulai perjalanan untuk membangun sebuah studio gim," tulis co-founder Ready at Dawn, Ru Weerasuriya di akun Twitter-nya.

Ia menambahkan, "Sejalannya waktu, kami berinovasi dalam hal genre,pengalaman, gim, dan platform. Kini, kami mengungkapkan rasa gembira dapat bergabung dengan keluarga Facebook bersamaan dengan membuka potensi baru dan mengejar hasrat kami."

 

2 dari 3 halaman

Facebook Sudah Kepincut Sejak 2017

Lone Echo VR. (Doc: Ready at Dawn)

Lebih lanjut, Facebook sudah sejak lama kepincut dengan studio gim tersebut setelah sukses merilis gim VR (virtual reality) berjudul Lone Echo pada 2017.

Dengan begini, studio gim yang sudah fokus dalam pengembangan VR tersebut akan mulai beroperasi di bawah naungan Facebook Oculus Studio.

Rencananya, Ready at Dawn akan mulai mengembangkan sebuah konten VR khusus untuk gamer

3 dari 3 halaman

Tidak Pangkas Karyawan

Lagi-lagi Mark Zuckerberg merogoh koceknya sendiri untuk donasi ke restoran favoritnya (Foto: unsplash.com/Alex Haney

Proses akuisisi ini dikabarkan tidak akan menyebabkak PHK di pihak studio gim tersebut, menurut Facebook, "seluruh tim Ready at Dawn akan bergabung dengan tim Oculus Studios."

Facebook juga menjelaskan, Ready at Dawn akan terus beroperasi secara independen dengan dukungan penuh dari Facebook dan tim Oculus Studios.

Ready at Dawn saat ini sedang mengembangkan Lone Echo II yang dijadwalkan akan rilis sekitar tahun ini. Informasi, ini merupakan studio gim ketiga yang diakuisisi Facebook sejak November 2019.

Sebelumnya, Facebook mengakuisisi pengembang Beat Saber, Beat Games; dan studio Asgard's Wrath, Sanzaru Games.

(Ysl/Why)