Sukses

Kantor Facebook Buka Mulai Juli, Cuma 25 Persen Karyawan yang Boleh Masuk

Liputan6.com, Jakarta - Facebook akan mulai membuka kembali kantor mereka di seluruh dunia pada 6 Juli 2020. Meski kantor dibuka kembali, Facebook akan menerapkan prosedur keamanan yang sangat ketat.

Mengutip laman The Verge, Sabtu (23/5/2020), rencana pembukaan kembali kantor Facebook ini merupakan bagian proses multi langkah yang dilakukan perusahaan untuk memulihkan beberapa operasi yang dianggap krusial.

Misalnya terkait dengan manajemen pusat data dan pengembangan hardware seperti perangkat video chatting Portal dan headset VR Oculus.

Rencananya, perusahaan akan mulai membuka kantor dan maksimal 25 persen karyawan yang bisa datang. Artinya, hanya seperempat dari total karyawan Facebook yang berada di satu gedung kantor yang bisa masuk.

Mereka yang mulai kembali ke kantor diwajibkan mengenakan masker dan dicek suhu tubuhnya untuk mengawasi gejala Covid-19.

2 dari 3 halaman

Kantor Facebook di Negara-Negara Asia

Meski tanggal 6 Juli diberlakukan untuk sebagian kantor Facebook di AS dan Eropa, Bloomberg menyebut bahwa beberapa kantor di Asia mungkin akan dibuka kembali lebih cepat. Semuanya tergantung aturan negara masing-masing.

Rencana pembukaan kantor ini juga tidak mengubah keputusan Facebook untuk mengizinkan karyawan bekerja jarak jauh hingga akhir 2020.

Dalam pengumumannya awal bulan ini, Facebook mengatakan, sebagian karyawan bisa bekerja dari luar kantor. Paling tidak hingga akhir 2020.

Sementara, karyawan yang diharapkan kehadirannya di kantor adalah mereka yang bekerja di bagian operasional, hardware, dan jaringan.

Pembukaan kantor Facebook pada Juli mendatang juga dibarengi dengan operasional bus perusahaan, kafetaria, personel keamanan, dan lain-lain.

3 dari 3 halaman

Facebook Izinkan Karyawan Masuk Pada 2021

Sebelumnya, Facebook bakal memberikan izin bagi karyawannya untuk bekerja dari rumah hingga akhir 2020.

Perusahaan juga diprediksi tak akan membuka kembali kantor mereka sebelum 6 Juli 2020. Demikian sebagaimana dikonfirmasikan oleh juru bicara Facebook.

Mengutip laman The Verge, Jumat (8/5/2020), CEO Facebook Mark Zuckerberg sendiri yang akan mengumumkan hal ini.

Perusahaan menyebut, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi Facebook dalam mengambil keputusan ini. Salah satunya adalah informasi dari lembaga kesehatan seperti Center for Disease Control dan Johns Hopkins University, serta anjuran dari pemerintah.

Sekadar informasi, karyawan Facebook telah dianjurkan bekerja dari rumah sejak Maret lalu.

(Tin/Isk)