Sukses

Gojek Tepis Rumor Akan Merger dengan Grab

Liputan6.com, Jakarta - Gojek dan Grab dikabarkan tengah menjajaki pembicaraan untuk melakukan merger. Informasi ini diketahui dari laporan The Information beberapa waktu lalu.

Menurut laporan tersebut, sejumlah petinggi Gojek dan Grab sebenarnya sudah beberapa kali bertemu dalam beberapa tahun terakhir untuk membahas merger ini dan dilaporkan pembicaraan ini kian serius.

Menanggapi rumor tersebut, Gojek pun membantahnya. "Tidak ada rencana merger, dan pembicaraan yang beredar di media terkait hal tersebut tidak akurat," tutur Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita saat dihubungi Tekno Liputan6.com, Selasa (25/2/2020).

Sementara untuk Grab, hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar terkait rumor ini. Dikutip dari Tech Crunch, informasi soal merger ini kian kuat semenjak pendiri Gojek Nadiem Makarim mundur dan bergabung dengan kabinet pemerintahan saat ini.

Namun pembicaraan soal merger ini belum menemui titik terang, sebab dua perusahaan masih belum menyetujui beberapa hal terkait merger, terutama soal valuasi tiap-tiap perusahaan.

Selain itu, keduanya juga belum dapat memastikan pihak yang akan mengontrol jalannya perusahaan jika keduanya bergabung. Selain itu, investor utama Gojek juga menolak pengoperasian Gojek diambil oleh Grab.

Hal lain yang menjadi persoalan adalah investor Gojek menginginkan pemegang sahamnya memiliki 50 persen dari operasi gabungan di Indonesia, seandainya kesepakatan ini memang-memang terjadi.

2 dari 2 halaman

Gojek Resmi Caplok 4,3 Persen Saham Blue Bird Senilai Rp 411 Miliar

Diwartakan sebelumnya, Blue Bird mengkonfirmasi kabar yang beredar terkait Gojek telah membeli 4,3 persen saham mereka. Pembelian saham tercatat dilakukan per 13 Februari 2020.

Dalam keterangan resmi Blue Bird yang diterima, Sabtu (22/2/2020), Gojek membeli saham Blue Bird dengan nilai Rp 3.800 per lembar.

Pembelian ini menjadikan Gojek sebagai salah satu pemegang saham minoritas. Di mana, kepemilikan saham Blue Bird oleh PT Pusaka Citra Djokosoetono masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 31,51 persen saham.

"Kami menyambut baik ketertarikan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa untuk melakukan investasi melalui pembelian saham Bird," kata Direktur Utama Blue Bird Noni Purnomo dalam keterangan.

"Bergabungnya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa menunjukkan Blue Bird sebagai penyedia transportasi merupakan partner strategis."

Ia mengatakan, pembelian saham ini bakal meningkatkan kolaborasi antara Blue Bird dan Gojek, sekaligus mendukung usaha perusahaan untuk meningkatkan layanan Blue Bird terhadap konsumen.

(Dam/Why)

Loading