Sukses

Peretasan Smartphone Jeff Bezos Terjadi Berbulan-bulan dan Puluhan GB File Dicuri

Liputan6.com, Jakarta - Smartphone milik orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, dikabarkan telah diretas gara-gara file video yang dikirimkan dari akun WhatsApp putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Berdasarkan hasil laporan terbaru tentang peretasan smartphone Bezos dari Financial Times, kini diketahui peretasan smartphone pendiri Amazon itu berlangsung selama berbulan-bulan dan jumlah data yang dicuri mencapai puluhan GB.

Sebagaimana dikutip dari Business Insider Singapura, Rabu (22/1/2020) peretasan ini terjadi karena video yang dikirimkan pangeran Mohammed mengandung malware. Selanjutnya malware tersebut mengambil alih smartphone Bezos.

Gara-gara masalah ini, investigasi bertaraf internasional pun dilaksanakan terkait dengan peretasan tersebut. Pemerintah Saudi membantah telah ikut campur. Mereka menyebut laporan investigasi tersebut "absurd" dan menyerukan penyelidikan atas klaim tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum Bezos mengatakan, Bezos sangat kooperatif menjalani investigasi.

Kabarnya, peretasan tersebut jauh lebih besar dibandingkan yang sebelumnya telah dilaporkan. Berdasarkan hasil analisis forensik FTI Consulting yang disewa Bezos, ada puluhan GB data yang dicuri.

2 dari 3 halaman

Saudi Minta Bukti Forensik Peretasan

"Arab Saudi tidak melakukan aktivitas ilegal seperti ini. Kami juga tidak memaafkan kejadian ini," kata seorang pejabat Saudi.

Bahkan, Arab Saudi meminta disajikan bukti forensik atas tudingan ini. "Kami meminta data foreksik, sehingga kami bisa menunjukkan bahwa bukti tersebut salah," tutur pejabat tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara FTI Consulting mengatakan, pekerjaan kliennya adalah rahasia dan menolak berkomentar lebih lanjut tentang permintaan data forensik tersebut.

3 dari 3 halaman

Saling Berbagi Pesan

Sekadar informasi, peretasan tersebut terjadi setelah pangeran Mohammed dan Bezos saling berbagi pesan di WhatsApp pada 1 Mei 2018.

Komunikasi via WhatsApp ini terjalin setelah keduanya bertemu dalam sebuah makan malam di Los Angeles, ketika pangeran sedang ada urusan bisnis di Amerika Serikat.

Selanjutnya, tim Bezos mulai melakukan investigasi atas smartphone yang diretas itu sejak Januari 2019, setelah National Enquirer mempublikasikan cerita perselingkuhan Bezos di belakang sang istri dengan Lauren Sanchez.

Hampir di saat yang bersamaan, Bezos menuding perusahaan induk National Enquirer, American Media, Inc. melakukan pemerasan terhadapnya, mengancam untuk mempublikasikan foto-foto bugil dirinya.

(Tin/Ysl)

Loading