Sukses

Elon Musk Akan Kirim 1 Juta Orang ke Mars pada 2050

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk baru saja mengungkapkan rincian baru tentang rencananya untuk membangun kota di Mars untuk 1 juta orang pada 2050.

Melalui cuitannya di Twitter, ia juga mengungkap akan membangun 1.000 Starship (membuat 100 Starship per tahun, selama 10 tahun ke depan). Starship adalah pesawat ruang angkasa yang tengah dikembangkan SpaceX di Texas Selatan, Amerika Serikat.

Elon Musk menjelaskan, tujuannya adalah untuk meluncurkan rata-rata tiga Starship per hari dan membuat perjalanan ke Mars tersedia bagi siapa saja.

“Harus sedemikian rupa sehingga siapa pun dapat pergi jika mereka mau. Juga ada pinjaman (dana) bagi mereka yang tidak punya uang,” tulis Elon Musk.

Diwartakan Business Insider, Senin (20/1/2020), Starship akan menjadi sistem peluncuran paling kuat yang pernah dibuat.

Setiap peluncuran akan memberikan dorongan yang cukup untuk mengirim lebih dari 100 ton (sekitar tujuh massa bus sekolah yang penuh penumpang) dan 100 orang ke orbit sekali jalan.

 

2 dari 4 halaman

Bangun Pemukiman Permanen

Elon Musk belum mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan roket untuk membawa orang ke Mars. Ia berencana akan membawa banyak makanan, air, bahan bangunan, peralatan, dan sistem pendukung kehidupan yang maju.

Maka dari itu, sang miliarder memperkirakan akan membutuhkan seluruh armada Starship untuk membangun pemukiman permanen.

"Megaton per tahun untuk mengorbit diperlukan agar kehidupan menjadi multiplanet," Elon Musk menambahkan.

3 dari 4 halaman

Terowongan Antimacet di Las Vegas

Sebelumnya, Elon Musk menyebut terowongan di Las Vegas yang dibuat salah satu perusahaannya, The Boring Company, diharapkan akan beroperasi pada tahun depan.

Hal itu diungkapkan Elon Musk di akun Twitter pribadinya, @elonmusk, ketika menanggapi pertanyaan dari @Erdayastronaut.

"Diharapkan akan beroperasi secara penuh pada tahun 2020," ujar Elon.

Pada tahun 2016, Elon Musk merasa frustrasi akibat masalah kemacetan di Los Angeles. Ia pernah berkicau akan membangun terowongan bawah tanah untuk mengatasi kemacetan gila itu.

Kicauan CEO Tesla dan SpaceX ini tak dianggap serius oleh warganet. Namun, keinginan Elon Musk membangun terowongan itu ternyata bukan sekadar kelakar. 

4 dari 4 halaman

Uji Coba Awal

Pada Desember 2016, Musk membuktikan pembangunan terowongan ini. Dia mengawali rencananya tersebut dengan mendirikan The Boring Company.

Setelah dua tahun berjalan, Elon Musk secara resmi membuka uji coba mesin terowongan The Boring Company.

Kemudian pada 19 Desember 2018, uji coba awal ini dimulai dari terowongan yang dibangun di bawah kantor pusat Space X di Hawthorne, California bagian selatan, Amerika Serikat (AS).

(Isk/Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Elon Musk Sindir WhatsApp
Artikel Selanjutnya
Tak Pentingkan Gelar Sarjana, Miliarder Elon Musk Buka Tawaran Kerja Lewat Twitter