Sukses

Bukalapak Ingin Jadi Perusahaan yang Bertahan Sampai 100 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Bukalapak telah berusia 10 tahun. Perusahaan rintisan yang mulanya dibesut untuk menaikkelaskan para pedagang UMKM ini menjadi salah satu perusahaan unicorn Tanah Air.

Unicorn merupakan sebutan untuk startup yang memiliki nilai valuasi di atas satu miliar dolar AS. Menurut CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin, hanya ada 433 perusahaan di dunia yang menjadi unicorn, decacorn, dan hectocorn.

Namun, impian Bukalapak sebagai perusahaan teknologi lokal tidak berhenti hanya sebatas menyandang status unicorn.

Rachmat Kaimuddin punya visi jangka panjang, yakni bisa bertahan hingga lebih dari usia 100 tahun. Saat ini, kemungkinan sebuah perusahaan bisa bertahan hingga 100 tahun hanya 0,00045 persen di dunia.

"Setelah melewati milestone 10 tahun dan jadi unicorn, yang kami ingin capai berikutnya adalah menjadi bagian dari 0,00045 persen perusahaan yang masih ada 100 tahun lagi," kata Rachmat saat Perayaan 10 Tahun Bukalapak di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Jumat (10/1/2019).

 

2 dari 2 halaman

Bukalapak Akan Fokus di Tiga Hal Ini

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin saat diwawancarai media usai Perayaan 10 Tahun Bukalapak, Jumat (10/1/2010). (Liputan6.com/ Agustin Setyo W)

Untuk mencapai tujuan di atas, Rachmat mengatakan perusahaan akan fokus pada tiga hal.

Pertama, memastikan Bukalapak jadi organisasi yang sustainable, memperluas jangkauan UMKM, dan menjadikan perusahaan tempat bagi talenta-talenta kebanggaan Tanah Air untuk berkarya.

Sekadar informasi, Bukalapak kini memiliki 70 juta pengguna aktif dengan 5 juta pelaku UMKM sebagai merchant dan 3 juta mitra.

Per 2019, Bukalapak juga mencatatkan catatan keuangan yang baik dengan valuasi perusahaan mencapai USD 2,5 miliar.

Tidak hanya itu, jumlah transaksi di Bukalapak meningkat 60 persen. Dengan 70 juta pengguna aktif, jumlah kunjungan aplikasi Bukalapak mencapai lebih dari 420 juta kali per bulan.

(Tin/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Start-up: Tentang Kepercayaan, Kerasnya Hidup, Pilihan yang Tidak Melegakan Hati
Artikel Selanjutnya
Job2Go Siap Jadi Platform Pencari Kerja Inovatif di Era Gig-Economy