Sukses

Bahaya Aplikasi Modifikasi, Bisa Curi Data dan Ambil Alih Kendali Smartphone

Liputan6.com, Jakarta - Bagi kamu pengguna Android harus tetap waspada ketika ingin menginstal aplikasi. Sebab, aplikasi hasil modifikasi (MOD) yang bukan berasal dari pengembang resmi sangat berbahaya jika diinstal.

Lewat aplikasi modifikasi, penjahat siber bisa mencuri paket data, data pribadi, hingga yang paling berbahaya adalah mengambil alih kendali smartphone. Sopir ojek online paling banyak menjadi korban.

Pratama Persadha, Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC), menjelaskan modifikasi yang dilakukan pihak di luar pengembang memiliki tujuan beragam.

"Ada yang sekadar menambah performa aplikasi, ada juga yang memang tujuannya negatif. Misalnya mengambil data dan paket data, paling berbahaya adalah mengambil alih kendali smartphone," ujar Pratama melalui keterangannya, Sabtu (28/12/2019).

Menurut Mantan Ketua Tim Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Pengamanan IT Presiden itu, maraknya aplikasi modifikasi sudah cukup banyak merugikan pengguna smartphone.

 

2 dari 3 halaman

Ojek Online Kerap Jadi Korban

Ojek online selama ini menjadi pihak yang paling banyak menjadi korban. Dengan iming-iming performa lebih ngacir dan anti-suspend, mereka menginstal berbagai aplikasi hasil modifikasi.

"Bahayanya tentu karena kemungkinan besar mengandung malware. Aplikasi yang diinstal di luar Google Play Store ada kemungkinan mengandung malware. Bahkan yang ada di dalam Plasy Store juga masih ada yang mengandung malware, dan Google terus melakukan perbaikan," paparnya.

Malware dan aplikasi bisa didesain untuk mengambil dan memodifikasi data, serta kegiatan smartphone. Artinya ada resiko besar ke depan, misalnya penyalahgunaan data kontak dan foto.

 

3 dari 3 halaman

Tips Menghindari Aplikasi Modifikasi

Pratama mengungkap ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari aplikasi modifikasi.

Pertama dan paling utama adalah menginstal hanya dari Google Play Store. Sebagian besar korban adalah pemakai android, sementara aplikasi berbahaya hampir tidak ditemukan di App Store milik Apple karena ketatnya pengajuan izin aplikasi.

Kedua, kalau pun terpaksa menginstal aplikasi di luar Play Store, pastikan web sumbernya aman, bukan situs yang tidak jelas. Secara kasat mata memang sulit membedakan aplikasi asli dan hasil modifikasi.

"Prinsipnya bila mengetahui aplikasi yang diinstal bermasalah dan kemungkinan MOD, lakukan reset factory untuk menghindari akibat lebih jauh," Pratama menandaskan.

(Isk/Ysl)