Sukses

Peternak di Rusia Pasang Headset VR ke Sapi Mereka, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - Bertempat di peternakan susu RusMoloko di Moskow, Rusia, sejumlah peternak melakukan sebuah uji coba teknologi virtual reality (VR) yang unik.

Kenapa peternak di Moskow ini memasangkan headset VR ke sapi mereka? Dibuat secara khusus, VR ini digunakan agar para sapi dapat lebih santai dan gembira.

Alasan yang cukup masuk akal memang, sapi tersebut dapat menikmati keseharian mereka dengan melihat video pemandangan, padang rumput hijau, hingga tak perlu khawatir dengan predator.

Dikutip dari laman Gamerant, Minggu (1/12/2019), peternak berharap kondisi lingkungan yang terlihat tenang itu akan membantu sapi menghilangkan stres, dan menghasilkan banyak susu.

Tak hanya itu, headset VR ini dirancang khusus oleh pengembang dan dokter hewan agar memiliki visual warna yang sudah dikalibrasi sesuai dengan apa yang mereka lihat.

 

2 dari 3 halaman

Bukan Hanya Pakai VR

Oculus Rift (ubergizmo.com)

Selain mengandalkan headset VR, sejumlah peternak juga menggunakan perangkat berteknologi lainnya agar sapi mereka dapat menghasilkan susu yang lebih banyak.

Adapun teknologi lain yang digunakan, termasuk memainkan musik klasik hingga sampai pemijat otomatis untuk membantu ternak mengurangi stres.

Pada masa pengujian, headset VR tersebut mampu menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan suasana hati mereka secara keseluruhan.

Akan tetapi, walau menunjukkan hasil yang postif para peneliti masih harus melakukan lebih banyak lagi uji coba terhadap hal ini.

 

3 dari 3 halaman

Dipakai untuk Beragam Aktivitas

HTC Vive

Lebih lanjut, teknologi VR telah digunakan lebih dari sekedar bermain gim saja. Dapat membantu peternak agar menghasilkan susu lebih banyak merupakan ide baru dan postifi bagi industri.

Dengan penelitian yang lebih lanjut, bukan hal yang tidak mungkin metode ini dapat diadaptasi untuk jenis hewan ternak lainnya.

(Ysl/Isk)

Loading
Artikel Selanjutnya
Menumbuhkan Sikap Inklusif terhadap Difabel lewat Dokumenter Virtual Reality
Artikel Selanjutnya
Layanan VR Butuh 5 Hingga 10 Tahun Lagi untuk Optimal