Sukses

Banyak Duit, Apple Beli Perusahaan Baru Tiap 2-3 Minggu

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa waktu belakangan, Tim Cook, CEO Apple menyatakan Apple kerap mengakuisisi perusahaan baru 2-3 minggu sekali.

Enam bulan terakhir saja, Apple sudah membeli sekitar 20 hingga 25 perusahaan baru. Apple memang sengaja tidak mengumumkan hal ini karena mereka ingin fokus mencari talenta dan properti intelektual anyar, seperti yang dikutip oleh Tekno Liputan6.com dari CNBC, Rabu (8/5/2019).

Akusisi yang agresif ini membuktikan kalau Apple punya banyak uang.

Bagaimana tidak, dalam laporan keuangan kedua tahun fiskal saja perusahaan ini dilaporkan punya USD 225,4 miliar atau sekitar Rp 3.226 triliun uang tunai (Kurs 1 Dollar = Rp 14.312), menjadikannya perusahaan dengan kepemilikan uang tunai paling banyak di dunia.

Selain itu, Apple juga dinyatakan memberi kontribusi setidaknya USD 350 miliar atau sekitar Rp 5 ribu triliun untuk Amerika Serikat selama 5 tahun terakhir.

Tahun lalu, Apple telah menginvestasikan USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,3 miliar untuk membangun kampus di daerah Austin Utara, Amerika Serikat. Sekarang, Apple ingin fokus berinvestasi di bidang yang lain.

"Jika punya sisa uang, kita lihat akan dikemanakan uang itu. Kita butuh (perusahaan) yang cocok dan punya tujuan strategis, oleh karenanya kita mengakuisisi perusahaan baru tiap 2-3 minggu," ujar Cook.

Meski begitu, Apple sebenarnya dikenal tidak mudah melakukan akuisisi besar-besaran. Terakhir, Apple mengakuisisi Beats tahun 2014 lalu dengan nilai USD 3 miliar atau sekitar Rp 42,9 triliun.

Beats kemudian berubah jadi Apple Music. Beberapa pihak menilai Apple akan menggunakan uang tunainya untuk melakukan akuisisi besar-besaran dengan perusahaan seperti Tesla atau Netflix.

2 dari 3 halaman

Huawei Berpotensi Taklukkan Apple Rajai Pasar Smartphone

Salah satu toko resmi Huawei di Beijing, China (AP/Mark Schiefelbein)Liputan6.com, Jakarta - Huawei dinilai berpotensi memperbutkan posisi teratas vendor smartphone global. Bahkan, perusahaan teknologi asal Tiongkok tersebut diyakini bisa menyalip Apple dan Samsung.

Seperti dilansir ZDNet pada Senin (6/5/2019), data dari IDC memperlihatkan kalau performa penjualan smartphone Huawei terus meningkat di tengah lesunya penjualan smartphone vendor lain.

Padahal penjualan smartphone vendor lain secara keseluruhan menurun sekitar 6,6 persen pada kuartal pertama 2019, jika dibanding kuartal pertama tahun lalu, atau menjadi sekitar 310,8 juta unit.

Diketahui, penurunan ini terjadi secara beruntun selama enam tahun terakhir. Pada tahun lalu, penjualan menurun menjadi 4,1 persen.

Tren ini bahkan dianggap menjadi tanda memburuknya penjualan smartphone di seluruh dunia. Bahkan, Apple dilaporkan mengalami penurunan yang tajam.

"Huawei justru berfokus pada pertumbuhan perusahaan pada perangkat mobile seperti smartphone," kata Wakil Presiden Program Worldwide Mobile Device Trackers IDC, Ryan Reith.

 

3 dari 3 halaman

Tantangan Bagi Apple

Menurutnya, semakin banyak perangkat yang dijual Huawei dan Samsung, semakin berat bagi Apple untuk memperluas ekosistemnya.

Hal ini dirasa menjadi ancaman telak bagi Apple jika tidak bergerak cepat, mengingat Huawei dan Samsung merupakan vendor yang tergolong agresif dalam berbisnis.

Huawei juga ditaksir mampu mencakup 50 persen pangsa pasar di Tiongkok, dan meraih pangsa pasar dunia dari Samsung pada 2020. Jika memang taksiran tersebut benar, Apple sebaiknya segera berbenah.

(Tik/Ysl)

Loading
Artikel Selanjutnya
Bukan iPhone SE 2, Ini Nama Seri Murah Smartphone Apple?
Artikel Selanjutnya
Apple Bakal Rilis iPhone tanpa Port pada 2021