Sukses

Gojek Akhirnya Sandang Status Decacorn

Liputan6.com, Jakarta - Gojek akhirnya dipastikan menyandang status startup decacorn. Hal ini dipastikan setelah adanya laporan terbaru dari CB Insights beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laporan bertajuk The Global Unicorn Club, Jumat (5/4/2019), nilai valuasi Gojek ditaksir sudah mencapai USD 10 miliar. Untuk diketahui, status decacorn sendiri diberikan pada startup yang memiliki nilai valuasi USD 10 miliar atau lebih.

Tingginya nilai Gojek sendiri tidak lepas dari pendanaan yang diterima startup itu. Terakhir, perusahaan yang dipimpin Nadiem Makarim itu mendapat pendanaan seri F dari sejumlah investor, termasuk Astra Internasional dan Google.

Sebelum mendapat predikat decacorn, Gojek sendiri telah merambah ke lebih banyak pasar, tepatnya empat negara tetangga di Asia Tenggara, yakni Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Chief Corporate Affairs Gojek , Nila Marita mengungkapkan, keinginan perusahaan untuk melakukan ekspansi adalah agar lebih banyak negara merasakan manfaat positif kehadiran perusahaan ini.

Dengan begitu, akan memberikan dampak luas bagi semua kalangan baik bagi konsumen yang menginginkan layanan yang cepat dan kompetitif, maupun mitra pengemudi yang mencari penghasilan tambahan.

2 dari 2 halaman

Bikin Konsumen Makin Nyaman, Gojek Rilis 2 Fitur Keamanan

Gojek kembali merilis fitur baru. Kali ini, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi tersebut menghadirkan dua fitur keamanan, yang diklaimnya sekaligus sebagai bentuk gerakan anti kekerasan, termasuk mencegah pelecehan seksual.

Aplikasi Gojek saat ini telah dilengkapi fitur Share Trip (Bagikan Trip) dan Emergency Darurat (Emergency Hotline). Melalui fitur Bagikan Perjalanan ini, pengguna dapat membagikan informasi berupa lokasi penjemputan dan pengantaran, informasi mengenai driver dan kendaraannya, status perjalanan dan estimasi waktu tempuh, hingga jalur yang dipilih driverdalam perjalanan.

Semua informasi tersebut bisa dibagikan oleh pengguna ke orang-orang terdekatnya melalui SMS, Messenger, WhatsApp, atau LINE.

Sementara itu, fitur Tombol Darurat dapat digunakan untuk melaporkan dengan cepat situasi darurat yang terjadi selama perjalanan. Setelah laporan diverifikasi, Gojek akan segera menugaskan unit darurat untuk menangani laporan tersebut.

Untuk tahap awal, tombol darurat ini baru akan tersedia pada layanan Go-Car di wilayah Jabodetabek. Setelahnya baru diimplementasikan secara nasional.

"Kedua fitur baru ini dihadirkan untuk menambah kamanan dan kenyamanan para konsumen, sekaligus mitra kami. Fitur-fitur ini sekaligus merupakan bentuk peran aktif kami mencegah kekerasan terjadi," ungkap Chief Corporate Affair Gojek, Nila Marita, di kantor pusat Gojek di kawasan Jakarta, Jumat (15/3/2019).

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Gandeng Gojek, UI Gelar Program Akselerator Startup
Artikel Selanjutnya
Gojek Tanggapi Tarif Baru Ojek Online