Sukses

Sederet Peristiwa Badai Matahari yang Nyaris Bahayakan Bumi

Liputan6.com, Jakarta - Badai Matahari dikabarkan akan menerjang Bumi. Panas yang dirasakan tak seperti biasanya, sangat menyengat dan terik.

Ada beberapa hal penyebab terjadi Badai Matahari, yaitu semburan Matahari. Semburannya memengaruhi semua lapisan atmosfer Matahari (fotosfer, korona dan kromosfer). Kebanyakan semburan terjadi di wilayah aktif di sekitar bintik Matahari.

Selain itu, semburan Matahari mengeluarkan sinar X dan radiasi ultraviolet, yang dapat memengaruhi ionosfer Bumi dan mengganggu komunikasi radio dan satelit.

Selanjutnya lontaran massa korona, sebuah ledakan besar angin surya, plasma isotop cahaya lain, dan medan magnet, yang berpendar di atas korona Matahari atau dilepaskan ke angkasa.

Badai Matahari juga sempat terjadi di Bumi dalam periode beberapa abad terakhir. Dan situasinya bahkan bisa membahayakan Bumi.

Berikut rentetan peristiwa badai Matahari yang terdahsyat pernah terjadi sebelumnya di Bumi, sebagaimana dikutip Merdeka pada Sabtu (16/3/2019).

 

2 dari 5 halaman

Badai Matahari Tahun 1859

Badai Matahari tahun 1859, atau biasa dikenal sebagai Event Carrington menjadi badai geomagnetik yang kuat selama siklus Matahari 10 (siklus Matahari kesepuluh sejak 1755).

Lontaran massa koronal Matahari (CME) menghantam magnetosfer Bumi dan menginduksi salah satu badai geomagnetik terbesar dalam catatan. Fenomena ini terjadi pada 12 September 1859.

Akibat badai Matahari ini, terjadi gangguan listrik, pemadaman dan kerusakan yang makin meluas karena pemadaman jaringan listrik yang lama.

3 dari 5 halaman

Badai Matahari Tahun 1972

Badai Matahari pada Agustus 1972 adalah serangkaian badai Matahari yang sangat kuat secara historis dengan pijaran Matahari yang intens hingga ekstrim, selama siklus Matahari 20.

Badai ini menyebabkan gangguan jaringan listrik dan komunikasi yang meluas. Seperti di Amerika Utara yang mengalami gangguan satelit.

Badai Matahari pada 4 Agustus 1972 ini, membuat banyak ranjau laut AS meledak di dekat Haiphong, Vietnam Utara.

Saat itu pula, waktu perpindahan awan koronal dari Matahari ke Bumi adalah yang tercepat yang pernah tercatat.

4 dari 5 halaman

Bastille Day 2000

Badai Matahari yang kuat juga terjadi pada 14 Juli 2000, dan dijadikan hari nasional Prancis. Badai Matahari ini menjadi puncak badai Matahari maksimum dalam siklus Matahari 23.

Badai itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah satelit sehingga mengganggu beberapa radio. Badai itu sendiri masih termasuk dalam salah satu yang terbesar sejak 1989.

5 dari 5 halaman

Badai Matahari Halloween 2003

Badai Matahari Halloween menjadi serangkaian badai Matahari dan pengeluaran massa koronal yang terjadi dari pertengahan Oktober hingga awal November 2003, memuncak sekitar 28-29 Oktober 2003. 

Serangkaian badai ini menghasilkan semburan api Matahari terbesar yang pernah dicatat oleh sistem GOES, sekuat X45 (awalnya diperkirakan sebesar X28 karena saturasi detektor GOES). 

Badai Matahari ini mengganggu sistem dan komunikasi berbasis satelit, pesawat disarankan untuk menghindari ketinggian tinggi di dekat wilayah kutub, dan pemadaman listrik selama satu jam di Swedia. 

Reporter: Fellyanda Suci Agiesta

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Saat Badai Matahari Terjadi, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Artikel Selanjutnya
5 Lowongan Pekerjaan yang Paling Banyak Diburu di Indonesia