Sukses

Pembangunan Data Center Facebook di Singapura Tuai Cibiran Warganet

Liputan6.com, Singapura - Beberapa hari lalu, Facebook mengumumkan akan membangun data center pertamanya di Asia, yang bakal berlokasi di Singapura.

Tak tanggung-tanggung, Facebook mengalokasikan US$ 1,4 miliar untuk membangun data center itu.

Rencananya, data center itu akan dibangun di Tanjong Kling. Facebook juga mengklaim, bangunan ini nantinya juga diramalkan akan menyerap ratusan tenaga kerja.

Mengutip laman The Independent Singapore, Minggu (9/9/2018), Wakil Presiden Infrastruktur Data Center Facebook Thomas Furlong mengatakan, data center baru Facebook ini akan butuh ribuan pekerja konstruksi.

Selain itu, fasilitasnya juga akan mempekerjakan ratusan orang untuk menempati berbagai posisi mulai dari logistik hingga maintenance jaringan.

Bangunan data center Facebook ini diklaim bisa lebih hemat air dan energi berkat teknologi liquid cooling yang meminimalisasi penggunaan air dan energi. Teknologi ini disebut-sebut bisa mengurangi penggunaan air tanah hingga 20 persen.

Rencananya, data center Facebook ini mulai beroperasi pada 2022 dan berencana untuk ekspansi setelahnya.

2 dari 3 halaman

Nyinyiran Warganet

Meski mendapat pujian dari Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing, warganet setempat malah nyinyir dengan rencana Facebook membangun data center barunya di Singapura.

Mereka menyebut, alih-alih mempekerjakan warga lokal, data center Facebook justru akan lebih banyak menyerap tenaga kerja asing.

Warganet nyinyiri data center pertama Facebook yang akan dibangun di Singapura (Foto: The Independent Singapura)

Bahkan, sebagian di antaranya mengatakan, lapangan pekerjaan malah akan menyerap tenaga kerja dari orang India atau Filipina.

Warganet nyinyiri data center pertama Facebook yang akan dibangun di Singapura (Foto: The Independent Singapura)

3 dari 3 halaman

Google juga Punya Data Center di Singapura

Sebelum Facebook, perusahaan teknologi besar lain, Google telah lebih dahulu membangun data center di Singapura. Bahkan, perusahaan sedang merencanakan pembangunan data center ketiganya.

Data center ketiga itu dibuat untuk mengakomodasi kebutuhan warganet Asia Tenggara yang kian tumbuh.

Sekadar diketahui, pengguna internet di kawasan Asia Tenggara saat ini diperkirakan telah melebihi 330 juta dari total lebih 650 juta populasi.

Untuk itulah banyak perusahaan teknologi yang membangun data center di Asia guna mengakomodir penggunanya yang ada di sekitarnya.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Imbas Skandal Penyalahgunaan Data, Pengguna Mulai Tinggalkan Facebook
Artikel Selanjutnya
Guru Cantik di Banyumas Diduga Raib Bersama Teman Facebook