Meta Pindahkan 7.000 Karyawan ke 4 Divisi Baru Demi Pengembangan AI, Ini Strategi Perusahaan

Meta mengumumkan bahwa 7.000 karyawan akan dialihkan ke empat organisasi baru demi AI. Bagaimana strategi perusahaan?

Diterbitkan 20 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa teknologi Meta kembali melakukan perombakan massal pada struktur organisasinya. Langkah agresif ini memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan staf, sekaligus memindahkan ribuan pekerja lainnya ke divisi baru yang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Berdasarkan memo internal perusahaan yang dilaporkan oleh Reuters dan The New York Times, HR Head Meta, Janelle Gale, mengumumkan bahwa sebanyak 7.000 karyawan akan dialihkan ke empat organisasi baru.

Divisi-divisi anyar ini dirancang khusus untuk membangun perangkat dan aplikasi berbasis AI natif. Gale menyebut restrukturisasi ini bertujuan untuk mendongkrak produktivitas serta memberikan lingkungan kerja yang lebih bernilai bagi karyawan.

Struktur baru ini mengadopsi sistem "desain natif AI" yang memangkas birokrasi, sehingga jumlah lapisan manajemen per karyawan menjadi lebih ramping.

Guna memperlancar proses transisi, manajemen Meta menginstruksikan para karyawan untuk bekerja dari rumah (WFH), sembari menunggu surel resmi mengenai kejelasan posisi baru mereka. Di hari yang sama, surat pemberitahuan PHK juga mulai dikirimkan kepada staf yang terdampak pengurangan.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan efisiensi Meta yang diumumkan akhir April lalu, di mana perusahaan memangkas 8.000 posisi kerja dan menutup 6.000 lowongan aktif.

Gale menegaskan bahwa keputusan pahit ini terpaksa diambil demi menekan pengeluaran operasional dan mengimbangi investasi besar-besaran perusahaan di sektor AI.

 

Pergeseran Fokus Meta

Fenomena ini sekaligus mempertegas tren industri teknologi global, di mana para pemain utama rela mereduksi jumlah tenaga kerja demi mengalokasikan modal ke kompetisi teknologi masa depan.

Pergeseran fokus Meta terjadi setelah proyek ambisius mereka terdahulu, Metaverse, gagal mendominasi pasar global sesuai ekspektasi. Kini, di bawah komando Mark Zuckerberg, Meta beralih total ke ekosistem AI.

Perusahaan berencana membangun pusat data berkapasitas raksasa hingga "puluhan gigawatt" dalam dekade ini. Zuckerberg bahkan turun tangan langsung merekrut pakar-pakar top untuk tim "superintelligence" miliknya. Menurut laporan, Meta memproyeksikan belanja modal hingga US$ 115 miliar sampai US$ 135 miliar tahun ini demi ambisi tersebut.

 

Restrukturisasi Berlanjut sampai Akhir 2026

Dengan total karyawan berkisar di angka 78.000 pada akhir tahun 2025, gelombang PHK kali ini otomatis melenyapkan hampir 10 persen dari total kekuatan kerja Meta.

Laporan internal mengindikasikan bahwa pengurangan posisi berpotensi terus berlanjut hingga akhir tahun.

Bagi karyawan yang tereliminasi, Meta menyediakan paket kompensasi berupa 16 minggu pesangon pokok, ditambah tambahan dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja mereka.