Sukses

Google Temukan Celah Keamanan di Gim Fortnite Versi Android

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Epic Games untuk tidak meluncurkan gim buatannya, Fortnite, di Google Play memang terbilang cukup berani.

Diketahui, Epic Games memutuskan untuk tidak meluncurkan di toko aplikasi Android tersebut karena tidak ingin membayar "persenan" ke Google setiap kali terjadi transaksi in-app purchase (IAP) di dalam gim.

Selain membuat terkejut, banyak pihak juga khawatir keputusan penerbit gim ini karena alasan keamanan. Keresahan tersebut akhirnya terbukti.

Dikutip dari laman Ubergizmo via TechCrunch, Senin (27/8/2018), Google mendapati installer gim Fortnite untuk Android memiliki celah keamanan.

Google menyebutkan, celah keamanan tersebut dapat dideteksi dan dihindari bilamana gim tersebut dirilis via Play Store.

Terlepas dari penemuan tersebut, Epic Games menyebutkan saat ini pengembang gim sudah menambal celah keamanan tersebut hanya dalam waktu kurang dari sehari.

Karenanya, kecil kemungkinan hacker mampu menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan tersebut setelah diperbaiki dalam waktu yang singkat.

Epic Games sudah meminta Google untuk menunggu selama 90 hari sebelum mengungkap temuan bug tersebut, namun raksasa mesin pencari tersebut justru membocorkannya lebih dulu.

Tindakan Google ini pun mendapatkan reaksi keras dari CEO Epic Games, Tim Sweeney. Ia menyebut Google tidak "bertanggung jawab" karena sudah membocorkan celah keamanan di Fortnite lebih awal.

* Update Terkini Jadwal Asian Games 2018, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Asian Games 2018 dengan lihat di Sini

2 dari 3 halaman

Gim Fortnite Tidak Tersedia di Play Store, Google Bertindak

Rilis Awal 2018, Fortnite Versi iOS Sudah Meraup Untung Rp 1,4 Triliun. (Doc: Ubergizmo)

Seperti disebutkan sebelumnya, Google ingin pengguna Android untuk selalu mengunduh aplikasi dan gim langsung dari Play Store. Alasannya pun cukup sederhana, yakni keamanan.

Meski sempat tutup mulut, raksasa mesin pencari tersebut akhirnya memberikan reaksinya.

Dikutip dari laman Reddit via 9to5Google, kamu akan mendapatkan pesan yang bertuliskan "Fortnite Battle Royale is not available via Google Play".

Dengan pesan tersebut, Google berharap gamer yang menemukan gim mencurigakan dengan embel-embel Fortnite, maka dapat dipastikan itu palsu dan tidak usah di download.

3 dari 3 halaman

Iklan Palsu Fortnite Kian Menjamur

Fortnite kini sudah menyambangi iOS (sumber: Epic Games)

Meski Epic Games sudah mengambil semua tindakan pencegahan yang dapat dilakukan, baru-baru ini sejumlah iklan Fortnite di Android palsu pun marak muncul. Demikian yang dilansir Gamerant, Jumat (10/8/2018).

Walau bukan hal yang baru, cara terbaik untuk mengetahuinya adalah ketika aplikasi tersebut meminta pengguna menginstalnya dari pihak ketiga selain Play Store.

Ini karena seluruh aplikasi yang ada di Play Store sudah melalui uji keamanan, dan mencegah malwarebersembunyi di dalam aplikasi.

Tak hanya itu, pengecekan ini berfungsi sebagai 'jaring pengaman' agar pengembang aplikasi tidak menyalahgunakan fitur-fitur tertentu di Android.

Dengan makin maraknya iklan palsu gim Fortnite di Android ini, bukan hal yang tak mungkin bakal banyak perangkat Android yang terinfeksi malware, terutama bagi pengguna Android yang tak terlalu paham teknologi.

(Ysl/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Detik-Detik Bocah Hampir Jatuh dari Kereta Gantung
Loading
Artikel Selanjutnya
Baru Meluncur, Ini 5 Kehebatan Pocophone F1 yang Patut Kamu Ketahui
Artikel Selanjutnya
Smartphone Android Go Pertama Samsung Resmi Meluncur